PAPER TATANIAGA PERTANIAN
SISTEM PEMASARAN HASIL PERIKANAN
(Ikan
Salai Selais)

Disusun Oleh
:
HABSETO
AJI YOGA PRATAMA
H0812076
AGRIBISNIS
– 4C
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET SURAKARTA
2014
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................... ... i
DAFTAR ISI........................................................................................... ... ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. iii
I.
PENDAHULUAN.............................................................................
1
A.
Latar
Belakang..............................................................................
1
B.
Rumusan Masalah..........................................................................
3
C. Tujuan
Penelitian...........................................................................
4
II.
TINJAUAN PUSTAKA…….…………………………………….. 5
A.
Definisi………………………………………………………….. 5
B.
Peranan………………………………………………………….. 7
C.
Tahapan dalam Melakukan Riset Pemasaran…………………… 7
D. Klasifikasi
Riset Pemasaran…………………………………….. 8
III. METODOLOGI................................................................................ 10
A.
Metode Dasar Penelitian............................................................... 10
B.
Metode Pengumpulan
Data........................................................... 10
C.
Jenis dan Sumber
Data.................................................................. 11
D. Teknik
Pengumpulan Data............................................................ 11
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 12
A.
Ikan Salai Selais........................................................................... 12
1.
Analisis Identifikasi Faktor-Faktor Internal dan
Eksternal..... 13
2.
Perumusan Stratergi Pemasaran............................................... 14
3.
Strategi Pemasaran Yang Paling Efektif……………………. 15
B.
Pembatas Masalah……………………………………………… 15
V.
PENUTUP..........................................................................................
16
A.
Kesimpulan................................................................................... 16
B.
Saran.............................................................................................
16
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
Gambar
1 Klasifikasi Riset Pemasaran.............................................................
8
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada hakekatnya kebutuhan akan
pangan merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang. Seiring dengan meningkatnya
kesadaran masyarakat terhadap hubungan pola makan dengan kesehatan, maka
menyebabkan permintaan akan bahan pangan menjadi semakin meningkat.
Salah satu usaha industri yang
berkembang di Indonesia adalah di bidang pangan. Menurut Wirakartakusumah
(1997), industri pangan merupakan salah satu sektor industri yang sangat
penting peranannya dalam perekonomian Indonesia. Disamping mampu memenuhi
kebutuhan pangan Indonesia, industri pangan juga dapat menghasilkan devisa
untuk negara. Keberadaan industri pangan di Indonesia dapat menyerap tenaga
kerja dalam jumlah yang cukup banyak serta mampu mendorong berdirinya industri
penunjang seperti industri tambahan makanan, industri kemasan, industri mesin
dan peralatan pengolahan pangan maupun industri agribisnis.
Sektor pertanian merupakan sektor
penyedia bagi kebutuhan bahan pangan penduduk Indonesia. Pemenuhan kebutuhan
akan makanan dan gizi dapat diperoleh dari hasil-hasil pertanian, yang berasal
dari sub sektor tanaman bahan pangan, peternakan, dan perikanan. Sektor
perikanan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang sangat berperan dalam
menyediakan pemenuhan gizi nasional, khususnya dalam pemenuhan gizi protein
hewani.
Pengolahan hasil perikanan merupakan
kegiatan industri yang menciptakan nilai tambah bagi komoditi perikanan melalui
produk olahan dalam bentuk setengah jadi maupun barang jadi yang bahan bakunya
berasal dari hasil perikanan. Usaha-usaha pengolahan hasil perikanan yang
mengarah pada kegiatan industri yaitu pengolahan hasil perikanan menjadi bahan
makanan. Salah satu produk perikanan olahan yang dapat diolah yaitu Ikan Salai
Selais.
Selais merupakan salah satu sumber
lauk-pauk yang memiliki kandungan protein tinggi. Daging belut sendiri
mempunyai nilai kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Dalam 100 gram daging
salai terkandung protein 14%, lemak 27%, zat besi 2,0 mg, kalsium 20 mg,
vitamin A 1.600 SI (satuan Internasional), vitamin B 0,1 mg, vitamin C 2,0 mg.
Ikan Salai Selais merupakan salah
satu pangan fungsional dimana selain memiliki kadar protein yang tinggi, juga
memiliki rasa yang khas sehingga banyak digemari. Peningkatan konsumsi salai
diharap dapat membantu upaya peningkatan konsumsi protein sehingga permasalahan
Kurang Kalori Protein (KKP) dapat teratasi.
Untuk memenuhi kebutuhan Ikan Salai
Selais tidak cukup melakukan peningkatan pengembangan dan pembudidayaan saja,
tetapi juga pemasarannya. Mekanisme pemasaran Ikan Salai Selais melibatkan
beberapa pihak yang meliputi produsen, distributor dan konsumen khususnya
pemasaran di bidang perikanan.
Pelalawan khususnya Kecamatan
Langgam merupakan salah satu daerah yang telah mengembangkan usaha industri
Ikan Salai Selais. Usaha industri ini sedang berkembang mengingat Ikan Salai
Selais sendiri adalah makanan yang dibuat untuk oleh-oleh dan merupakan ciri
khas Kabupaten Pelalawan.
Pemasaran adalah pekerjaan yang
paling menentukan dalam setiap aktivitas usaha. Tanpa pemasaran yang tepat dan
benar, hasil budidaya yang telah dilakukan akan sia-sia. Karena kegiatan
pemasaran menyangkut masalah mengalirnya produk dari produsen ke konsumen maka
pemasaran menciptakan lapangan kerja yang penting bagi masyarakat (Assauri,1987).
Aspek pemasaran merupakan aspek yang
penting. Apabila mekanisme pemasaran berjalan baik, maka semua pihak yang
terlibat akan diuntungkan. Oleh karena itu peranan lembaga pemasaran menjadi
amat penting. Lembaga pemasaran bagi negara berkembang, yang dicirikan oleh
lemahnya pemasaran hasil pertanian yang akan menentukan mekanisme pasar
(Soekartawi, 2001).
Ada banyak faktor yang mempengaruhi
pemasaran Ikan Salai Selais, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Oleh
karena itu sangat penting melakukan analisis faktor internal dan eksternal
untuk mendapatkan strategi yang tepat bagi pemasaran Ikan Salai Selais.
Diharapkan strategi pemasaran ini dapat memberi arahan pada pemasaran Ikan
Salai Selais sehingga kepuasan konsumen tercapai dan pemasar mendapatkan
keuntungan serta dapat meningkatkan taraf hidupnya.
B. Rumusan Masalah
Untuk meningkatkan nilai tambah ikan
selais dapat diolah menjadi Ikan Salai Selais. Dari segi keuntungan, bisnis ini
memiliki prospek yang sangat baik karena belum banyaknya pesaing serta masih
terbukanya pasar baik lokal maupun ekspor.
Salah satu masalah yang sangat
penting yang harus diperhatikan dalam Ikan Salai Selais adalah pemasaran. Dalam
bidang pemasaran Ikan Salai Selais di Kabupaten Pelalawan yang menjadi kendala
utama adalah masalah harga. Yaitu terkait dengan ketersedian bahan baku Selais
yang masih mengandalkan tangkapan alam. Berdasarkan uraian tersebut,
permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
:
- Bagaimanakah keadaan pemasaran Ikan Salai Selais
di Kabupaten Pelalawan ?
- Apa saja faktor-faktor
strategis dalam usaha pemasaran Ikan Salai Selais di Kabupaten Pelalawan ?
- Alternatif sistem pemasaran apa
saja yang dapat diterapkan dalam usaha Ikan Salai Selais di Kabupaten
Pelalawan ?
- Prioritas sistem pemasaran
apa yang dapat diterapkan dalam usaha Ikan Salai
Selais di Kabupaten Pelalawan ?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai
dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
- Mengetahui keadaan pemasaran Ikan Salai Selais di
Kabupaten Pelalawam.
- Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal
yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dalam pemasaran
Ikan Salai Selais di Kabupaten Pelalawan.
- Merumuskan alternatif sistem pemasaran
yang dapat diterapkan dalam usaha Ikan Salai Selais di Kabupaten
Pelalawan.
- Menentukan prioritas sistem pemasaran yang
dapat diterapkan dalam usaha Ikan
Salai Selais di Kabupaten Pelalawan.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Definisi
Riset Pemasaran menurut Malhotra (1996)
merupakan identifikasi, pengumpulan, analisis dan penyebarluasan informasi
secara sistematis dan obyektif dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam
pengambilan keputusan berkaitan dengan identifikasi dan pemecahan masalah dan
peluang dalam bidang pemasaran.
Proses yang objektif dan sistematis
dalam mengumpulkan informasi yang digunakan untuk membantu dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan
pemasaran (tidak berfungsi sebagai pengganti dalam membuat keputusan
manajemen).
Berkaitan dengan
konsep pemasaran, riset pemasaran:
·
Berorientasi pada
konsumen.
·
Mendapatkan keuntungan
dalam jangka panjang, tidak semata-mata untuk meningkatkan volume penjualan
·
Mengintegrasikan dan
mengkoordinasi pemasaran dengan fungsi perusahaan.
Riset pemasaran bukan monopoli para
pelaku pasar saja, saat ini kebutuhan riset pemasaran pun merambah hingga
organisasi non profit seperti partai politik.Seperti dalam Pilkada, beberapa
calon pemimpin daerah dan partai politik merengkuh kemenangan melalui informasi
karakteristik “pasar” calon pemilih saat menentukan tema dan pendekatan
kampanye.Dalam membahas riset pemasaran dibedakan dalam dua tujuan, yakni penelitian teoritis atau akademis (theoritical research) dan
penelitian terapan (applied research).Penelitian
teoritis umumnya dilakukan oleh akademisi dan lebih berfokus pada pembuktian,
evaluasi, atau pengembangan dari teori-teori pemasaran. Sedangkan penelitian
terapan berfokus pada proses pengambilan keputusan dalam pemasaran.
Penelitian teoritis cenderung lebih
ketat dalam sistematika pelaporan risetnya.Sedangkan penelitian terapan, baik
dilakukan oleh praktisi maupun akademisi, cenderung lebih praktis.Namun
keduanya dapat memiliki kompleksitas masalah dari yang paling sederhana hingga
yang cukup rumit.Tentunya tulisan-tulisan dalam blog ini dibahas berdasar
pendekatan penelitian terapan, yang lebih bertujuan pada pengambilan keputusan
pemasaran secara praktis.Istilah riset pemasaran (marketing research)
seringkali dirancukan dengan riset pasar (market research).Sesungguhnya ada
perbedaan tersendiri di antara kedua istilah ini.Riset pasar berfokus pada
pasar yang telah ditentukan dengan produk barang atau jasa yang
spesifik.Sedangkan riset pemasaran diartikan secara meluas, tidak
terpaku pada penelitian aspek dari pasar atau produk saja. Dengan kata lain riset
pasar merupakan bagian dari riset pemasaran. American Marketing Association
(AMA), mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan pemasar
melalui informasi dengan konsumen dan masyarakat umum. Informasi ini digunakan
untuk mengidentifikasikan dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; lalu
merumuskan, menyempurnakan, dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau
kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai
sebuah proses serta pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat aktifitas
pemasaran lebih efektif. Secara sederhana para praktisi riset, mendefinisikan
riset pemasaran sebagai suatu identifikasi yang obyektif dan sistematis,
dilanjutkan dengan pengumpulan, analisa, dan perangkaian informasi yang bertujuan
untuk memperbaiki pengambilan keputusan yang berkaitan solusi masalah dan
penemuan peluang dalam proses pemasaran. Pada perusahaan modern saat ini,
sumber informasi pasar dari data internal, riset pasar reguler, hingga hasil
intelejensi pasar, telah terintegrasikan dalam MMIS (Marketing Management
Information System).Sementara riset pemasaran –yang dibicarakan saat ini-
umumnya dilakukan temporer dan bersifat ad hoc (sementara), namun berkemampuan
mengeksplorasi masalah dan identifikasi peluang pasar secara lebih aktual. Baik
berbasis MMIS maupun berdasar riset pemasaran, para pengambil keputusan
pemasaran akan dilengkapi “peta dan amunisi” yang lengkap saat memasuki pasar
dan menghadapi para kompetitor.
Riset
Pemasaran atau Marketing Research
adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis
mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan
data dan interprestasi hasil penelitian. Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan
pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan
untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk
perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.
B. Peranan
Riset pemasaran mempunyai beberapa
peran, diantaranya ialah :
- Merupakan
cara yang efektif untuk menentukan produk atau layanan (baru) yang laku
jual. Contoh: melakukan survai kebutuhan jenis minuman energi baru,
misalnya Ekstra Joss, Hemaviton, Lipovitan, dll.
- Merupakan
sarana manajemen yang efektif dan efisien. Contoh, untuk memutuskan apakah
harga suatu produk akan dinaikkan atau tidak.
- Merupakan
sarana yang baik secara metodologi dan statistik.
- Merupakan
proses ilmiah yang bersifat netral dan memberikan hasil yang tidak
bias/valid.
- Merupakan
sarana mendekatkan perusahaan dengan konsumen atau promosi secara halus.
- Dapat
menunjukkan cara-cara dalam menembus hambatan-hambatan dalam proses
penjualan produk/jasa. Misalnya, mengapa produk brand Saripati Ayam tidak
dikenal masyarakat luas.
C. Tahapan
dalam Melakukan Riset Pemasaran
Tahapan dalam melakukan riset pemasaran
ialah :
1. Perumusan
masalah
Riset hanya dapat dirancang secara
sistematis untuk memberikan informasi berharga jika masalah yang dihadapi telah
dirumuskan secarajelas dan akurat.
2. Penentuan
desain riset
Desain riset merupakan kerangka atau
cetak biru untuk melaksanakan proyek riset pemasaran, yang menjabarkan prosedur
untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah riset
pemasaran.
Komponen-komponen desain riset:
1.
Menentukan desain riset
pemasaran (eksploratoris, deskriptifatau kausal).
2.
Menentukan informasi
yang dibutuhkan.
3.
Menetapkan prosedur
pengukuran dan skala.
4.
Menyusun dan melakukan
pre-test terhadap kuesioner atau bentuk pengumpulan data lainnya.
5.
Menetapkan proses
sampling dan jumlah sample.
6.
Menyusun rencana
analisis data.
D. Klasifikasi
Riset Pemasaran
Klasifikasi
dalam riset pemasaran dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :
|
Klasifikasi Riset
Pemasaran
|
|
Klasifikasi Riset
Pemasaran
|
|
Riset
Mengidentifikasi Masalah
|
|
· Riset segmentasi
· Riset produk
· Riset penetapan
· Riset karakteristik
produk
· Riset analisis
penjualan
· Riset prediks
· Riset
|
|
· Riset potensi besar
· Riset pangsa pasar
· Riset citra
· Riset karakteristik
produk
· Riset analisis
penjualan
· Riset prediks
· Riset
|
Gambar
1
Klasifikasi Riset Pemasaran
1. Riset
Identifikasi Masalah
Membantu mengidentifikasi masalah yang
mungkin tidak atau belum muncul ke permukaan, namun telah atau bakal terjadi di
masa depan. Riset Identifikasi masalah terdiri dari : riset potensi pasar,
riset pangsa pasar, riset citra merk atau perusahaan, riset karakteristik
pasar, riset analisis penjualan, riset peramalan bisnis, dan riset trend
bisnis.
2. Riset
pemecahan masalah
Digunakan dalam pembuatan keputusan
untuk memecahkan masalah pemasaran spesifik. Riset pemecahan masalah meliputi :
riset segmentasi, riset produk, riset penetapan harga, riset promosi, riset
distribusi.
III. METODOLOGI
A. Metode Dasar
Penelitian
Metode dasar yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang memusatkan diri pada
pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang, pada masalah-masalah
yang aktual, data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian
dianalisis sehingga metode ini sering juga disebut dengan metode analitik
(Surakhmad, 1994).
B. Metode
Pengumpulan Data
1.
Metode
Pengambilan Lokasi Sampel Penelitian
Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau purposive
yaitu penentuan daerah sampel yang diambil secara sengaja berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian (Singarimbun
dan Effendi, 1997).
Pada penelitian ini akan diambil Lokasi penelitian di
Kecamatan Langgam karena merupakan daerah dengan jumlah pengusaha Ikan Salai
Selais terbanyak dan juga merupakan sentra industri pengolahan Ikan Salai
Selais, yaitu sebanyak 5 unit usaha.Dari seluruh Kecamatan yang ada di
Kabupaten Pelalawan, usaha Ikan Salai Selais hanya terdapat di Kecamatan
Langgam.
2.
Metode
Penentuan Sampel Responden
Dari informan kunci dapat diketahui
responden pada setiap pelaku pemasaran Ikan Salai Selais yang terdiri dari
pemasok, pengusaha Ikan Salai Selais, pemerintah, dan konsumen. Hasil wawancara
dengan informan kunci tersebut akan menjadi uraian deskripsi tentang pemasaran
Ikan Salai Selais di Kabupaten Pelalawan. Dari uraian tersebut, peneliti
mendefinisikan faktor-faktor strategis internal dan eksternal. Responden yang
diperoleh menjadi representasi dari setiap elemen yang terkait dengan pemasaran
Ikan Salai Selais di Kabupaten Pelalawan dilakukan secara purposive sampling
(sengaja) dengan menggunakan snowball yaitu mengetahui dan mencari informasi
maupun keberadaan responden dengan cara bertanya pada responden lainnya Adapun
responden yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.
Pengusaha Ikan Salai Selais 5 orang
2.
Pemasok 1 orang
3.
Konsumen 10 orang
4.
Instansi pemerintah 2 orang
C.
Jenis dan Sumber Data
1.
Data Primer
Data primer adalah data yang
langsung dan segera diperoleh dari sumber data oleh peneliti (Surakhmad,1994).
Pada penelitian ini, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan
menggunakan kuesioner.
2.
Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari
instansi atau lembaga yang terkait dengan penelitian ini. Data tersebut berasal
dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan, Dinas Perikanan dan Ketahanan
Pangan Kabupaten Pelalawan, kantor kecamatan dan desa, serta literatur-literatur
lain yang terkait.
D.
Teknik Pengumpulan Data
1.
Teknik Wawancara
Teknik ini digunakan untuk
mengumpulkan data primer dengan melakukan wawancara langsung kepada responden
yang didasarkan pada daftar pertanyaan atau kuisioner yang telah dipersiapkan
sebelumnya.
2.
Observasi
Teknik ini dilakukan dengan
mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti sehingga
didapatkan gambaran yang jelas mengenai daerah yang akan diteliti.
3.
Pencatatan
Teknik ini dilakukan dengan cara
melakukan pencatatan terhadap hasil wawancara pada kuisioner maupun data yang
diperoleh dari sumber data sekunder yang mempunyai keterkaitan dengan
penelitian.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Ikan Salai Selais
Kryptopterus lais atau biasa
dikenal dengan nama Ikan Selais
adalah salah satu fauna khas Provinsi
Riau. Bahkan Ikan Selais dijadikan sebagai icon Provinsi Riau
Sumatera. Ikan Selais berbentuk pipih memanjang dengan bentuk kepala
menyerupai kerucut. Tubuh ikan Riau
ini tanpa sisik dan memiliki dua ‘kumis’ panjang. Selain itu, Ikan Selais
memiliki mulut berukuran cukup lebar yang menempel persis di ujung bagian
kepala. Makanannya sendiri adalah spesies ikan lainnya dengan ukuran yang jauh
lebih kecil.Ikan khas Riau ini
biasa hidup di perairan tawar. Beberapa sungai seperti Sungai Kampar, Sungai
Kuantan, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri, dan Sungai Segati menjadi habitat
dari Ikan Selais. Tidak hanya di sungai, Ikan Selais juga mampu bertahan hidup
di danau. Biasanya, suhu air pada habitat mereka antara 24-26 derajat Celcius.
Ikan Selais merupakan spesies ikan endemik Provinsi
Riau Sumatera. Data
Fishbase menyebutkan, Indonesia berada di urutan ketiga sebagai negara yang
memiliki spesies ikan air tawar terbanyak di dunia, setelah China (urutan
kedua) dan Brazil (urutan pertama). Dari data tersebut diketahui bahwa total
spesies ikan air tawar di perairan Indonesia adalah 1155 spesies, dan 440
diantaranya adalah spesies endemik ikan air tawar.Ikan Selais memiliki
nilai ekonomi yang sangat tinggi. Uniknya, di Provinsi Riau Ikan Selais lebih
popular sebagai wisata masakan. Penikmat olahan ikan ini sangat tinggi
jumlahnya, sehingga jumlah suplai Ikan Selais untuk para konsumen harus terus
dijaga. Masakan ikan ini merupakan salah satu kuliner khas Riau. Harganya di
pasaran cukup tinggi, yaitu Rp. 170.000,- setiap kilogramnya untuk Ikan Salai
Selais dan Rp. 60.000,- untuk Ikan Selais segar.
Penikmat masakan Ikan Selais ini tidak hanya dari sekitar Sumatra, para
pendatang pun semangat berburu ikan ini untuk dijadikan santapan ataupun
oleh-oleh bagi kerabat di tempat asal mereka. Tidak hanya di dalam negeri, Ikan
Salai Selais bahkan diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia.Namun
sayangnya, limbah rumah tangga dan limbah pabrik yang ada sangat mengganggu
ekosistem ikan Riau yang berwarna hijau keabu-abuan ini. Ditambah lagi
penangkapannya oleh para nelayan dalam rangka pemenuhan permintaan konsumen
yang dilakukan terus menerus, berdampak pada jumlah ketersediaan Ikan Selais
yang menjadi tidak seimbang. Sehingga akhirnya, banyak nelayan yang mencoba
mencari peruntungan dengan mengembang-biakkan sendiri ikan ini.
Kabupaten Pelalawan
merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang telah mengalami kemajuan
dalam perekonomian. Meskipun kegiatan perekonomian di masing-masing sektor
telah mengalami peningkatan, tetapi hanya beberapa sektor saja yang menonjol
dalam kegiatan perekonomian.
Selais merupakan salah
satu sumber lauk-pauk yang dipercaya memiliki kandungan protein yang tinggi.
Daging Selais sendiri mempunyai nilai kandungan gizi yang baik untuk tubuh.
Dalam 100 gram daging belut terkandung protein 14 %, lemak 27 %, zat besi 2,0
mg, kalsium 20 mg, vitamin A 2600 SI, vitamin B1 0,1 mg dan vitamin c 2,0 mg.
Salah satu kegiatan
industri pengolahan di Kabupaten Pelalawan adalah pengolahan Salai. Ikan Salai
Selais merupakan hasil olahan dari Selais segar, Ikan Salai Selais banyak dijumpai di pusat-pusat
perbelanjaan baik di pasar tradisional maupun modern. Rasa khas dan nilai gizi
selais telah membuat banyak konsumen menggemarinya, hal ini menjadi pendorong
tingginya permintaan selais hidup maupun dalam bentuk olahan seperti Ikan Salai
Selais.
Pemasaran Ikan Salai
Selais di Kabupaten Pelalawan memiliki kekuatan dan kelemahan, tetapi juga
peluang maupun ancaman. Faktor-faktor tersebut sangat penting diidentifikasikan
sebagai pertimbangan alternatif strategi dalam pemasaran Ikan Salai Selais di
Kabupaten Pelalawan.
Tahap-tahap yang
dilakukan untuk merumuskan alternatif strategi pemasaran Ikan Salai Selais
adalah sebagai berikut:
- Analisis Identifikasi Faktor-Faktor Internal dan
Eksternal
Proses perumusan
strategi dirancang untuk mengarahkan pemasar dalam mencapai tujuan. Penentuan
strategi yang cocok atau tepat harus dimulai dengan mengidentifikasi,
menganalisa, dan mendiagnosa faktor eksternal dan faktor internal. Ini penting
agar pemasar mampu menghadapi situasi dan kondisi lingkungan yang selalu
berubah-ubah. Suatu perubahan lingkungan dapat merupakan suatu peluang bagi
peningkatan pemasaran maupun ancaman apabila pemasar tidak mampu menyesuaikan
kegiatan pemasaran. Oleh sebab itu pemasar dituntut untuk selalu bersikap
tanggap dan adaptif, selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan
lingkungan. Faktor eksternal ini meliputi pemerintah, pelanggan pemasok, dan pesaing.
Dalam bukunya Freud
menekankan bahwa faktor-faktor eksternal tersebut harus : (1) penting bagi
pencapaian tujuan jangka panjang dan sasaran tahunan, (2) dapat diukur, (3)
berlaku bagi semua perusahaan yang bersaing, (3) hirarkis dalam arti beberapa
faktor akan berkaitan dengan keseluruhan perusahaan dan beberapa yang lain akan
terpusatkan pada bidang-bidang fungsional atau divisional. Sedangkan untuk
faktor internal yaitu pemasaran (produk, harga, promosi, dan distribusi),
sumber daya manusia, produksi, dan keuangan).
2.
Perumusan Strategi
Pemasaran
Untuk merumuskan
strategi yang dapat diterapkan dalam pemasaran Ikan Salai Selais di Kabupaten
Pelalawan digunakan analisis SWOT dan matriks SWOT. Matriks SWOT menggambarkan
bagaimana peluang dan ancaman dapat dipadukan dengan kekuatan dan kelemahan
sehingga dihasilkan rumusan strategi pemasaran Ikan Salai Selais. Rumusan
strategi ini akan menghasilkan empat alternatif strategi yaitu strategi
penyesuaian kekuatan dan peluang (SO), kelemahan dan peluang (WO), kekuatan dan
ancaman (ST) serta strategi penyesuaian kelemahan dan ancaman (WT).
Analisis strategi
pemasaran meliputi kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target
pasar dan pengembangan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang meliputi
tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product),
harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar (promotion).
3.
Strategi Pemasaran
Yang Paling Efektif
Dari beberapa
alternatif strategi tersebut perlu dilakukan penilaian atau evaluasi untuk
memutuskan prioritas strategi yang dapat dilaksanakan. Pada tahap pemilihan
strategi/ keputusan (decision stage ) ini alat analisis kuantitatif yang
digunakan adalah Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM). QSPM
memungkinkan perencana strategi mengevaluasi alternatif strategi secara
obyektif. Hasil dari aternatif strategi (Matriks SWOT) tersebut kemudian akan
dipilih strategi yang terbaik yang dapat diterapkan dalam pemasaran keripik
belut yang lebih objektif dan intuisi yang baik dalam matriks QSP. Hasil
matriks QSP akan memperlihatkan skor. Skor yang tertinggi menunjukkan bahwa
alternatif strategi tersebut penting sebagai prioritas utama untuk diterapkan
sehingga menghasilkan umpan balik (feedback) yang akan dipertimbangkan
dalam keberlanjutan tersebut.
B.
Pembatasan Masalah
- Responden dalam penelitian ini
adalah pengusaha Ikan Salai Selais, pemasok, pelanggan dan pemerintah.
- Data faktor eksternal dan
faktor internal yang dianalisis berupa data kualitatif yang disajikan
dalam bentuk hasil wawancara dengan key informan, dan hasil
pengamatan selama penelitian
- Lingkungan eksternal yang
dibahas meliputi aspek pemerintah, pelanggan, pemasok, dan pesaing.
- Lingkungan Internal yang
dibahas meliputi aspek sumber daya manusia (personel), aspek pemasaran,
aspek keuangan dan aspek produksi.
- Analisis strategi pemasaran
meliputi strategi produk, strategi distribusi, strategi promosi dan
strategi harga.
V.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
- Informan kunci adalah pengusaha
Ikan Salai Selais itu sendiri dan orang yang intensif menyatu serta
terlibat secara aktif pada lingkungan atau kegiatan yang menjadi perhatian
penelitian.
- Faktor eksternal adalah
faktor-faktor di luar sentra industri pengolahan selais yang mempengaruhi
usaha pemasaran Ikan Salai Selais dan pada umumnya belum dapat
dikendalikan sepenuhnya. Meliputi pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing.
- Faktor internal adalah
faktor-faktor yang terdapat di dalam suatu sentra industri pengolahan selais
yang mempengaruhi usaha pemasaran Ikan Salai Selais secara keseluruhan dan
pada umumnya dapat dikendalikan. Meliputi sumber daya manusia, pemasaran
(harga, distribusi, promosi, produk), kondisi keuangan, produksi.
- Kekuatan adalah faktor-faktor
yang berasal dari dalam pemasar dan merupakan keunggulan bagi usaha
pemasaran Ikan Salai Selais.
B.
Saran
1.
Kelemahan faktor-faktor
yang berasal dari dalam pemasar dan merupakan keterbatasan/ kekurangan bagi
usaha pemasaran Ikan Salai Selais.
2.
Ancaman faktor-faktor
yang berasal dari luar pemasar dan bersifat mengganggu bagi pelaksanaan
pemasaran Ikan Salai Selais.
DAFTAR PUSTAKA
Afift.F. 1994. Strategi Pemasaran. Angkasa. Bandung.
Asri.M.1991. Marketing. Unit penerbit dan percetakan AMP YKPN.
Yogyakarta
Assauri, S. 1987. Manajemen Pemasaran : Dasar, Konsep dan Strategi.
CV. Rajawali. Jakarta.
Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Pemahaman
Filosofi dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
David, F. R. 2004. Manajemen Strategis Konsep-Konsep. Terjemahan.
PT. Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.
Hunger.D.J dan Wheelen.T.L .2003. Manajemen Strategis. Penerbit Andi.
Yogyakarta.
Jauch, Lawrence R. Dan Glueck, William F.1991. Manajemen Strategis dan
Kebijakan Perusahaan. Terjemahan Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
Kartasapoetra. 1992. Marketing Produk Pertanian dan Industri. Rineka
Cipta. Jakarta.
Kotler, Philip. 1991. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan,
Implememtasi dan Pengendalian. Erlangga. Jakarta
Kotler, Philip. 1992. Manajemen Pemasaran : Analisis perencanaan
danpengendalian.
Lamb, C.W, Joseph F. H dan Carl, M. 2001. Pemasaran. Penerbit
Salemba Empat. Jakarta.
Penerbit Erlangga.Jakarta.
Porter,M.E.1994. Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan
Kinerja Unggul. Binarupa Aksara. Jakarta.
Rangkuti, F. 2001. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Soekartawi. 2001. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. PT. Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Stanton, W. J. 1991. Prinsip Pemasaran. Jilid I. Edisi Ketujuh.
Erlangga. Jakarta.
Stanton, W.J. 1993. Prinsip pemasaran Edisi Ketujuh. Erlangga.
Jakarta.
Sudiyono, Armand. 2002. Pemasaran Pertanian. Universitas
Muhammadiyah Malang. Malang.
Surakhmad, Winarno. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode dan
Teknik. Tarsito. Bandung.
Swasta .B dan Irawan.1997. manajemen
Pemasaran Modern. Liberty. Yogyakarta.
