TUGAS UKD 2 PENGEMBANGAN
KEPRIBADIAN
PAPER TENTANG
PENERAPAN IQ, EQ, DAN SQ
DALAM DUNIA PENDIDIKAN

OLEH :
HABSETOAJI YOGA PRATAMA
H0812076
AGB-5B
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dewasa ini merupakan zaman globalisasi
dimana pertukaran informasi dan teknologi berkembang dengan pesatnya.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari sumber daya manusia yang ada didalamnya.
Sumber daya manusia tersebut tentu saja dikontrol oleh perilaku pendidikan yang
berkembang. Dalam menyukseskan pendidikan harus mengetahui potensi dan
karakteristik dari peserta didik (objek) tersebut agar tercapai hasil yang
maksimal. Potensi seseorang ini perlu diperhatikan karena pembenahan potensi
diri yang dilakukan dengan baik dapat meningkat konsep dan pemahaman peserta
didik sehingga menghasilkan prestasi yang memuaskan. Penerapan IQ, EQ, dan SQ
sangatlah penting dalam dunia pendidikan. 3 unsur tersebut saling memiliki
keterikatan antara satu sama lain. Sehingga 3 unsur tersebut harus memiliki
porsi yang seimbang di dalam diri seseorang. Serta IQ, EQ, dan SQ merupakan 3
unsur yang harus benar-benar diperhatikan oleh setiap orang untuk mencapai masa
depan yang sukses dan mulia.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa definisi IQ, EQ, dan SQ ?
2.
Bagaimana penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan ?
II.
PEMBAHASAN
A.
Definisi IQ, EQ, dan SQ
1.
Intelegent
Quotient ( IQ ) / Kecerdasan Intelektual
IQ atau intelegen quotiens merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan
manusia dan terletak pada fungsi otak neocontec. Istilah ini pertama kali
diperkenalkan oleh Alferd Binet seorang ahli psikologi pada tahun 1905 di
Paris, Perancis. Kemudian berkembang di negara Amerika pada masa perang dunia
pertama.
2.
Emosi
Quottient ( EQ ) atau Kecerdasan Emosi
EQ atau emotional quotients adalah kemampuan seorang manusia untuk
memahami dirinya sendiri maupun orang lain atau biasa disebut bersimpati atau
lebih dalamnya berempati dan menjadikan pengetahuan itu sebagai the finding
problem. EQ sendiri terletak pada
fungsi otak lymbicsystem dan pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Walman pada
tahun 1995. Dalam EQ terdapat beberapa kemampuan seperti kreativitas,
pengambilan resiko, kemampuan mengambil kesempatan dan hal-hal lain yang
menyangkut peluang, maka tidak heran jika banyak pakar berpendapat bahwa EQ ini
sangat berperan dalam penentu kesuksesan, bahkan menurutnya kecerdasan
intelektual hanya 6% atau maksimal 20% dalam penentuan kesuksesan sedangkan EQ
dapat berpengaruh 80% nya. Bahkan ada sebuah quotes yang mengatakan “kemampuan
mengendalikan emosi membuat bisnis 100% lebih sukses.” Seperti 3 cerita yang
akan dipaparkan dibawah ini untuk penguatan pendapat tersebut.
3.
Spiritual
Quotient ( SQ ) atau kecerdasan spiritual
SQ (Spiritual Quotients) merupakan ukuran kecerdasan jiwa
yang berasal dari dalam hati yang membantu seseorang membangun dirinya secara
utuh, tetapi tidak terikat dengan budaya atau nilai tertentu. SQ sendiri juga
diartikan sebagai mempelajari apa yang orang lain telah ajarkan, mempertanyakan
masalah kehidupan, berpikir secara lateral (out of the box), melihat situasi
dan isu-isu yang berbeda, memiliki pemahaman yang lebih besar dari segala
kemungkinan, dan kreatif dalam melihat dan menyelesaikan masalah. SQ mampu
membuat seseorang untuk dapat bangkit ketika mengalamai kegagalan dan dapat
memaknai setiap kegiatan yang dilakukannya sebagai ibadah demi kepentingan umat
manusia dan Tuhan.
4.
Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan
1.
Intelegent
Quotient ( IQ ) / Kecerdasan Intelektual
IQ adalah modal dasar siswa atau
mahasiswa untuk meraih keberhasilan. akan tetapi test tersebut juga tidak dapat
secara mutlak dinyatakan sebagai salah satu identitas dirinya karena tingkat
intelektual seseorang selalu dapat berubah berdasarkan usia mental dan usia
kronologisnya. IQ adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, hal ini
berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan ruang, kesadaran akan
sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mengukur kecepatan kita
untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan
latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam
proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta
memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Jika
IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik untuk lulus dari semua
jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi dalam uji IQ.
2.
Emosi
Quottient ( EQ ) atau Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosional adalah sebuah
kemampuan untuk “mendengarkan” bisikan emosi, dan menjadikannya sebagai sumber
informasi maha penting untuk memahami diri sendiri dan orang lain demi mencapai
sebuah tujuan. Banyak orang yang salah memposisikan kecerdasan Emosional ini di
bawah kecerdasan intelektual. Tetapi, penelitian mengatakan bahwa kecerdasan
ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan kecerdasan
sosial. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I feel” Daniel
Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi
IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 %
ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan emosional (EQ).
Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya;
bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah
sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Ya inilah
kecerdasan yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, Emotional
Quotient atau EQ. EQ adalah serangkaian kecakapan yang memungkinkan kita
melapangkan jalan didunia yang rumit, aspek pribadi, sosial, dan pertahanan
dari seluruh kecerdasan, akal sehat yang penuh misteri, dan kepekaan yang
penting untuk berfungsi secara efektif setiap hari. Dalam bahasa sehari-hari, EQ
disebut sebagai akal sehat.
3.
Spiritual
Quotient ( SQ ) atau kecerdasan spiritual
Kecerdasan ini pertama kali digagas
oleh Danar Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan
Oxford University. Dikatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah sebagai
kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan
perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ juga
bermakna kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks
makna yang lebih luas dan kaya. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau
jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Orang yang
ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif
pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan
memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan
perbuatan dan tindakan yang positif. Manusia yang memiliki SQ tinggi cenderung
akan lebih bertahan hidup dari pada orang yang ber SQ rendah. Banyak
kejadian-kejadian bunuh diri karena masalah yang sepele, mereka yang demikian
itu tidak bisa memberi makna yang positif sari setiap kejadian yang mereka
alami dengan kata lain SQ atau kecerdasan spiritual mereka sangat rendah.
III.
REFLEKSI DIRI
A. Pendapat
Berdasarkan
ketiga aspek kecerdasan tersebut dapat dikatakan pendidikan dapat tercapai
dengan memuaskan jika peserta didiknya telah memiliki IQ, EQ, dan SQ yang baik.
Namun, jika kita menyorot pendidikan di Indonesia atau beberapa negara lainnya,
cendrung untuk memfokuskan dalam pengembangan IQ atau kognitifnya saja dengan
terkesan mengesampingkan komponen EQ dan SQ. Pengembangan terhadap IQ dapa
menciptakan orang yang pintar, tetapi serakah dan egois karena kurangnya
pengembangan aspek EQ, dan SQ pada dirinya. Dengan demikian maka pendidik perlu
mengajarkan EQ seperti menambah proses belajar kelompok dan SQ melalui
memperdalam spiritual peserta didik. Sebagai contoh seseorang peserta
didik dengan(SQ) yang tinggi mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya sehingga ketenangan
hati akan muncul, ketenangan hati tersebut akan memberikan sinyal EQ untuk
menurunkan niat untuk lebih nyaman bersimpati dalam bekerja dengan orang lain,
dan dengan kenyamanan yg demikian mendukung maka seseorang dapat berpikir
dengan maksimal sehingga IQ yang dimilikinya dapat meningkat dengan optimal.
B. Gagasan
Langkah
untuk mewujudkan manusia yang sukses maka proses pendidikan yang dilakukan
harus berusaha untuk menyeimbangkan pengembangan terhadap komponen IQ, EQ, dan
SQ.
IV.
KESIMPULAN
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa, ketiga unsur tersebut sangatlah memiliki peran
sendiri-sendiri dalam menghadapi persoalan. Seperti contoh IQ untuk profesi
masa depan, EQ untuk nilai moral kepada orang lain, dan SQ untuk pencarian
makna hidup. Atau bisa digunakan untuk pedoman yang lain. Sehingga Ketiga unsur
ini patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di dunia pendidikan.
Karena pada umumnya, pendidikan cenderung meningkatkan pribadi pelajar dalam
hal IQ. Apabila seorang pelajar sejak kecil sudah memiliki ketiga unsur secara
seimbang, pasti Indonesia akan mencetak generasi muda yang cerdas, terpuji, dan
santun. Persoalan mengenai KKN, kebodohan, Kekerasan pasti akan surut dan
hilang.
Hal yang
penting dan harus digaris bawahi adalah ketiga unsur ini harus seimbang di
dalam diri seseorang. Apabila sebagian besar pelajar di Indonesia telah
memiliki IQ, EQ dan SQ yang tinggi, saya tidak ragu bahwa Indonesia akan
menjadi negara yang memiliki generasi muda penerus bangsa yang sangat cerah.
Serta dapat Menjadikan Indonesia yang presatif, inovatif, dan berbudi luhur.
DAFTAR PUSTAKA
______http://www.talentedyoungpeople.com/motivation/index.php?page=article&id=23. Diakses
pada tanggal 02 November 2014.
______http://akulb.blogspot.com/2012/04/peran-iq-eq-dan-sq-pada-pendidikan.html.
Diakses
pada tanggal 02 November 2014.
______http://opini.berita.upi.edu/2013/06/09/mengenal-iq-eq-dan-sq/.
Diakses
pada tanggal 02 November 2014.
______http://fitriyantows.blogspot.com/2013/09/beasiswadataprint.html.
Diakses
pada tanggal 02 November 2014.
______http://aampuh.blogspot.com/2013/11/penerapan-iq-sq-eq-dalam-pendidikan.html.
Diakses pada tanggal 02 November 2014.
______http://www.iptek.info/2014/10/pengertian-potensi-diri-iq-eq-aq-dan-sq.html. Diakses
pada tanggal 02 November 2014.

No comments:
Post a Comment