MAN JADDA WAJADA , MAN SHABARA ZHAFIRA
Powered By Blogger

Sunday, 2 November 2014

PENERAPAN IQ, EQ, DAN SQ DALAM DUNIA PENDIDIKAN

TUGAS UKD 2 PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
PAPER TENTANG
PENERAPAN IQ, EQ, DAN SQ DALAM DUNIA PENDIDIKAN


UNS LOGO.jpg

OLEH   :
HABSETOAJI YOGA PRATAMA
H0812076
AGB-5B



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014
I.                    PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Dewasa ini merupakan zaman globalisasi dimana pertukaran informasi dan teknologi berkembang dengan pesatnya. Perkembangan tersebut tidak lepas dari sumber daya manusia yang ada didalamnya. Sumber daya manusia tersebut tentu saja dikontrol oleh perilaku pendidikan yang berkembang. Dalam menyukseskan pendidikan harus mengetahui potensi dan karakteristik dari peserta didik (objek) tersebut agar tercapai hasil yang maksimal. Potensi seseorang ini perlu diperhatikan karena pembenahan potensi diri yang dilakukan dengan baik dapat meningkat konsep dan pemahaman peserta didik sehingga menghasilkan prestasi yang memuaskan. Penerapan IQ, EQ, dan SQ sangatlah penting dalam dunia pendidikan. 3 unsur tersebut saling memiliki keterikatan antara satu sama lain. Sehingga 3 unsur tersebut harus memiliki porsi yang seimbang di dalam diri seseorang. Serta IQ, EQ, dan SQ merupakan 3 unsur yang harus benar-benar diperhatikan oleh setiap orang untuk mencapai masa depan yang sukses dan mulia.
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa definisi IQ, EQ, dan SQ ?
2.      Bagaimana penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan ?



II.                  PEMBAHASAN
A.      Definisi IQ, EQ, dan SQ
1.      Intelegent Quotient ( IQ ) / Kecerdasan Intelektual
IQ atau intelegen quotiens merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan manusia dan terletak pada fungsi otak neocontec. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Alferd Binet seorang ahli psikologi pada tahun 1905 di Paris, Perancis. Kemudian berkembang di negara Amerika pada masa perang dunia pertama.
2.      Emosi Quottient ( EQ ) atau Kecerdasan Emosi
EQ atau emotional quotients adalah kemampuan seorang manusia untuk memahami dirinya sendiri maupun orang lain atau biasa disebut bersimpati atau lebih dalamnya berempati dan menjadikan pengetahuan itu sebagai the finding problem. EQ sendiri terletak pada fungsi otak lymbicsystem dan pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Walman pada tahun 1995. Dalam EQ terdapat beberapa kemampuan seperti kreativitas, pengambilan resiko, kemampuan mengambil kesempatan dan hal-hal lain yang menyangkut peluang, maka tidak heran jika banyak pakar berpendapat bahwa EQ ini sangat berperan dalam penentu kesuksesan, bahkan menurutnya kecerdasan intelektual hanya 6% atau maksimal 20% dalam penentuan kesuksesan sedangkan EQ dapat berpengaruh 80% nya. Bahkan ada sebuah quotes yang mengatakan “kemampuan mengendalikan emosi membuat bisnis 100% lebih sukses.” Seperti 3 cerita yang akan dipaparkan dibawah ini untuk penguatan pendapat tersebut.


3.      Spiritual Quotient ( SQ ) atau kecerdasan spiritual
SQ (Spiritual Quotients) merupakan ukuran kecerdasan jiwa yang berasal dari dalam hati yang membantu seseorang membangun dirinya secara utuh, tetapi tidak terikat dengan budaya atau nilai tertentu. SQ sendiri juga diartikan sebagai mempelajari apa yang orang lain telah ajarkan, mempertanyakan masalah kehidupan, berpikir secara lateral (out of the box), melihat situasi dan isu-isu yang berbeda, memiliki pemahaman yang lebih besar dari segala kemungkinan, dan kreatif dalam melihat dan menyelesaikan masalah. SQ mampu membuat seseorang untuk dapat bangkit ketika mengalamai kegagalan dan dapat memaknai setiap kegiatan yang dilakukannya sebagai ibadah demi kepentingan umat manusia dan Tuhan.
4.      Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan
1.      Intelegent Quotient ( IQ ) / Kecerdasan Intelektual
IQ adalah modal dasar siswa atau mahasiswa untuk meraih keberhasilan. akan tetapi test tersebut juga tidak dapat secara mutlak dinyatakan sebagai salah satu identitas dirinya karena tingkat intelektual seseorang selalu dapat berubah berdasarkan usia mental dan usia kronologisnya. IQ adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Jika IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik untuk lulus dari semua jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi dalam uji IQ.
2.      Emosi Quottient ( EQ ) atau Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosional adalah sebuah kemampuan untuk “mendengarkan” bisikan emosi, dan menjadikannya sebagai sumber informasi maha penting untuk memahami diri sendiri dan orang lain demi mencapai sebuah tujuan. Banyak orang yang salah memposisikan kecerdasan Emosional ini di bawah kecerdasan intelektual. Tetapi, penelitian mengatakan bahwa kecerdasan ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan kecerdasan sosial. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I feel” Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan emosional (EQ). Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Ya inilah kecerdasan yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, Emotional Quotient atau EQ. EQ adalah serangkaian kecakapan yang memungkinkan kita melapangkan jalan didunia yang rumit, aspek pribadi, sosial, dan pertahanan dari seluruh kecerdasan, akal sehat yang penuh misteri, dan kepekaan yang penting untuk berfungsi secara efektif setiap hari. Dalam bahasa sehari-hari, EQ disebut sebagai akal sehat.
3.      Spiritual Quotient ( SQ ) atau kecerdasan spiritual
Kecerdasan ini pertama kali digagas oleh Danar Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University. Dikatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ juga bermakna kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Orang yang ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif. Manusia yang memiliki SQ tinggi cenderung akan lebih bertahan hidup dari pada orang yang ber SQ rendah. Banyak kejadian-kejadian bunuh diri karena masalah yang sepele, mereka yang demikian itu tidak bisa memberi makna yang positif sari setiap kejadian yang mereka alami dengan kata lain SQ atau kecerdasan spiritual mereka sangat rendah. 

III.                REFLEKSI DIRI
A.      Pendapat
Berdasarkan ketiga aspek kecerdasan tersebut dapat dikatakan pendidikan dapat tercapai dengan memuaskan jika peserta didiknya telah memiliki IQ, EQ, dan SQ yang baik. Namun, jika kita menyorot pendidikan di Indonesia atau beberapa negara lainnya, cendrung untuk memfokuskan dalam pengembangan IQ atau kognitifnya saja dengan terkesan mengesampingkan komponen EQ dan SQ. Pengembangan terhadap IQ dapa menciptakan orang yang pintar, tetapi serakah dan egois karena kurangnya pengembangan aspek EQ, dan SQ pada dirinya. Dengan demikian maka pendidik perlu mengajarkan EQ seperti menambah proses belajar kelompok dan SQ melalui  memperdalam spiritual peserta didik. Sebagai contoh seseorang peserta didik dengan(SQ) yang tinggi mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya sehingga ketenangan hati akan muncul, ketenangan hati tersebut akan memberikan sinyal EQ untuk menurunkan niat untuk lebih nyaman bersimpati dalam bekerja dengan orang lain, dan dengan kenyamanan yg demikian mendukung maka seseorang dapat berpikir dengan maksimal sehingga IQ yang dimilikinya dapat meningkat dengan optimal.
B.      Gagasan
Langkah untuk mewujudkan manusia yang sukses maka proses pendidikan yang dilakukan harus berusaha untuk menyeimbangkan pengembangan terhadap komponen IQ, EQ, dan SQ.

IV.               KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, ketiga unsur tersebut sangatlah memiliki peran sendiri-sendiri dalam menghadapi persoalan. Seperti contoh IQ untuk profesi masa depan, EQ untuk nilai moral kepada orang lain, dan SQ untuk pencarian makna hidup. Atau bisa digunakan untuk pedoman yang lain. Sehingga Ketiga unsur ini patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di dunia pendidikan. Karena pada umumnya, pendidikan cenderung meningkatkan pribadi pelajar dalam hal IQ. Apabila seorang pelajar sejak kecil sudah memiliki ketiga unsur secara seimbang, pasti Indonesia akan mencetak generasi muda yang cerdas, terpuji, dan santun. Persoalan mengenai KKN, kebodohan, Kekerasan pasti akan surut dan hilang.
Hal yang penting dan harus digaris bawahi adalah ketiga unsur ini harus seimbang di dalam diri seseorang. Apabila sebagian besar pelajar di Indonesia telah memiliki IQ, EQ dan SQ yang tinggi, saya tidak ragu bahwa Indonesia akan menjadi negara yang memiliki generasi muda penerus bangsa yang sangat cerah. Serta dapat Menjadikan Indonesia yang presatif, inovatif, dan berbudi luhur.

DAFTAR PUSTAKA
______http://akulb.blogspot.com/2012/04/peran-iq-eq-dan-sq-pada-pendidikan.html. Diakses pada tanggal 02 November 2014.
______http://opini.berita.upi.edu/2013/06/09/mengenal-iq-eq-dan-sq/. Diakses pada tanggal 02 November 2014.
______http://fitriyantows.blogspot.com/2013/09/beasiswadataprint.html. Diakses pada tanggal 02 November 2014.
______http://aampuh.blogspot.com/2013/11/penerapan-iq-sq-eq-dalam-pendidikan.html. Diakses pada tanggal 02 November 2014.

No comments:

Post a Comment

HBZTO's Blog