MAN JADDA WAJADA , MAN SHABARA ZHAFIRA
Powered By Blogger

Sunday, 2 November 2014

ANALISIS PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN

ANALISIS PENGARUH QUALITY WORK LIFE (KUALITAS KEHIDUPAN KERJA) DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi pada PD BPR BKK Kalikotes)



Disusun Oleh :
HABSETOAJI YOGA PRATAMA
H0812076


FAKULTAS PERTANIAN PRODI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian bank, menurut Dendawijaya (2000:25) yang dimaksud bank adalah “Suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai perusahaan-perusahaan dan lain-lain.” menurut IAI dalam Standar Akuntansi Keuangan (2002:31) : “Bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga perantara keuangan, yang  menyalurkan dana dari pihak yang berkelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana atau kekurangan dana pada waktu yang ditentukan.” Sedangkan menurut pasal 1 Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian perbankan adalah : “Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Sumber daya manusia merupakan factor yang sangat berharga, maka perusahaan bertanggungjawab untuk memelihara kualitas kehidupan kerja dan membina tenaga kerja agar bersedia memberikan kontribusinya secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan (Pruijt, 2003). Ada empat dimensi di dalam kualitas kehidupan kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu partisipasi dalam pemecahan masalah, sistem imbalan yang inovatif, perbaikan lingkungan kerja dan restrukturisasi kerja.
Pengelolaan terhadap sumber daya manusia harus dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tujuan organisasi dapat direalisasikan. Dalam organisasi tentunya banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan jalannya organisasi atau perusahaan tentunya diwarnai oleh perilaku individu yang merasa berkepentingan dalam kelompoknya masing-masing. Perilaku individu yang berada dalam organisasi atau perusahaan tentunya sangat mempengaruhi organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung, hal ini akibat adanya kemampuan individu yang berbeda-beda dalam menghadapi tugas atau aktivitasnya.
Setiap manusia atau seseorang selalu mempertimbangkan perilakunya terhadap segala apa yang diinginkan agar dapat tercapai tanpa menimbulkan konflik baik secara individu maupun kelompok, sehingga kinerja dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Kinerja karyawan merupakan fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Menurut Simamora (1997) penetapan tujuan kinerja adalah menyusun sasaran yang berguna tidak hanya bagi evaluasi kinerja pada akhir periode tapi juga untuk mengelola proses kerja selama periode tersebut sedangkan Menurut Elmuti dan Kathawala (1997) ada 5 (lima) kriteria yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kinerja karyawan secara individu, yaitu dengan melihat kualitas kerjanya, kuantitas kerjanya, pengetahuan dan ketrampilan, ketepatan waktunya dan komunikasi.
Kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) merupakan salah satu bentuk filsafat yang diterapkan manajemen dalam mengelola organisasi pada umumnya dan sumberdaya manusia pada khususnya. Sebagai filsafat, kualitas kehidupan kerja merupakan cara pandang manajemen tentang manusia, pekerja dan organisasi. Unsurunsur pokok dalam filsafat tersebut ialah: kepedulian manajemen tentang dampak pekerjaan pada manusia, efektivitas organisasi serta pentingnya para karyawan dalam pemecahan keputusan terutama yang menyangkut pekerjaan, karier, penghasilan dan nasib mereka dalam pekerjaan.
Kualitas kehidupan kerja adalah persepsi karyawan bahwa mereka ingin merasa aman, secara relatif merasa puas dan mendapat kesempatan mampu tumbuh dan berkembang selayaknya manusia (Wayne, 1992 dalam Noor Arifin 2012). Kualitas kehidupan kerja merupakan masalah utama yang patut mendapat perhatian organisasi Hal ini merujuk pada pemikiran bahwa kualitas kehidupan kerja dipandang mampu untuk meningkatkan peran serta dan sumbangan para anggota atau karyawan terhadap organisasi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan dilakukan oleh Ari Husnawati (2006) dan Noor Arifin (2012).
Kualitas kehidupan kerja sendiri mempunyai dampak pada komitmen organisasi. Adanya kualitas kehidupan kerja pada karyawan juga menumbuhkan komitmen pada karyawan untuk tetap tinggal dalam organisasi. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan positif antara praktek kualitas kehidupan kerja dengan komitmen organisasi pernah dilakukan oleh Ari Husnawati (2006) dan juga penelitian yang dilakukan oleh Wyatt dan Wah (2001) terhadap pekerja di Singapura menyebutkan bahwa pekerja ingin diperlakukan sebgai individu yang dihargai di tempat kerja. Kinerja yang bagus akan dihasilkan pekerja jika merea dihargai dan diperlakukan seperti layaknya manusia.
Hal penting lain yang berhubungan dengan kinerja karyawan adalah komitmen karyawan pada organisasi. Komitmen organisasional juga dapat dipandang sebagai suatu keadaan yang mana seorang karyawan atau individu memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut. Dengan demikian, menurut prapti,dkk (2004) komitmen organisasional yang tinggi menunjukkan tingkat keberpihakan seorang karyawan terhadap organisasi yang mempekerjakannya. Hingga saat ini berbagai riset telah membuktikan bahwa komitmen terhadap pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap work outcomes seperti keinginan untuk pindah kerja, kinerja, kepuasan kerja dan tingkat kemangkiran (Cohen, 1999).
Komitmen organisasi merupakan derajat seseorang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dan organisasi dan berkeinginan melanjutkan partisipasi aktif di dalamnya. Komitmen organisasional yang dimiliki karyawan dalam bekerja di perusahaan atau organisasi dalam konteks ini tidak lagi dipandang semata-mata mencari nafkah belaka, tetapi lebih mendalam. Dengan adanya konsep kualitas kehidupan kerja dimana kebijakan pihak manajemen memperdayakan organisasi melalui lingkungan kerja yang manusia melalui empat dimensi kualitas kehidupan kerja tersebut maka karyawan akan lebih merasa dihargai sehingga komitmen organisasional untuk bekerja juga lebih tinggi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa komitmen organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan yang dilakukan oleh Ari Husnawati,dkk (2006).
Berdasarkan hasil Penelitian di atas peneliti akan mengarahkan pada kajian mengenai pengaruh kualitas kehidupan kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PD BPR BKK Kalikotes. PD BPR BKK Kalikotes merupakan badan usaha milik Daerah Kabupaten Kalikotes yang tentunya begerak di bidang perbankan dimana pengelolaan karyawan yang benar kaitannya sangat penting dengan persaingan antar bank-bank lainnya, sehingga karyawan dituntut untuk produktif demi kemajuan PD BPR BKK Kalikotes serta supaya tetap bertahan terus menerus mencapai target yang sudah ditentukan. Manajemen kinerja yang diterapkan oleh PD BPR BKK Kalikotes ternyata belum berhasil meningkatkan antusiasme karyawan untuk memberikan hasil karya yang lebih baik untuk organisasi yang dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kerja dan komitmen organisasi. Hal ini dapat dilihat dari fenomena yang muncul mengenai permasalahan kualitas kehidupan kerja karyawan yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara prasurvey pada direktur utama dan beberapa karyawan PD BPR BKK Kalikotes antara lain kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh para karyawan dalam masalah perbankan sehingga tugas dan tanggung jawab pekerjaan kurang maksimal diselesaikan. Kompensasi yang diterima oleh para karyawan tidak sebanding dengan beban kerja yang mereka kerjakan. Masih terjadi tebang pilih dalam menentukan karyawan yang mengikuti diklat maupun pelatihan dan promosi serta masih kurangnya dukungan manajemen dalam penerapan hasil pendidikan maupun pelatihan dalam kehidupan organisasi. Secara tidak langsung hal ini memberikan tampak yang kurang harmonis dalam kehidupan organisasi. Selain itu rendahnya antusiasme karyawan juga dapat dilihat dari pelanggaran yang sering terjadi. Pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kesalahan karyawan yang seringkali terjadi dan hal tersebut merupakan tindakan yang menyalahi aturan SOP (Standart Operating Procedure). Setiap perusahaan memiliki SOP dalam menjalankan kegiatannya agar berjalan dengan baik dan teratur. Pelanggaran yang sering terjadi contohnya yakni terlambat masuk kerja, kesalahan penulisan slip setoran (salah penulisan dalam tanggal atau jumlah setoran dll), bolos kerja dll. Adapun data pelanggaran kerja dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 1.1
Data Pelanggaran Kerja Karyawan PD BPR BKK Kalikotes
Tahun 2010 – 2012
Tahun
(a)
Pelanggaran
(b)
Presentasi
(b/25 x 100%)

Kenaikan
2010
1 orang
0,04%
0%
2011
1 orang
0,04%
0%
2012
0 orang
0%
-0,04%




                               Sumber : PD BPR BKK Kalikotes, 2013
Berdasarkan tabel 1.1 di atas menunjukkan adanya peningkatan pelanggaran kerja. Peningkatan pelanggaran kerja tersebut dipengaruhi oleh rendahnya komitmennya karyawan terhadap organisasi yang mengindikasikan kinerja menjadi menurun dengan ditunjukkan pencapaian target kredit dari nasabah selama lima tahun terakhir 2008 – 2012 yang ditetapkan PD BPR BKK Kalikotes tidak tercapai bahkan rata-rata mengalami penurunan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini akan mengambil judul “ Analisis Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PD BPR BKK Kalikotes)”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalah pada PD BPR BKK Kalikotes yang mengalami penurunan kinerja yang ditunjukkan oleh fenomena yang muncul yaitu pencapain target kredit dari nasabah selama lima tahun terakhir 2008 – 2012 yang ditetapkan PD BPR BKK Kalikotes tidak tercapai bahkan rata-rata mengalami penurunan. Penurunan target pencapaian kredit nasabah dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor kualitas kehidupan kerja dan komitmen organisasi karyawan, maka timbul pertanyaan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.        Bagaimana pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan ?
2.        Bagaimana pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan ?

C.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Untuk menganalisis pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan.

2.      Untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.

No comments:

Post a Comment

HBZTO's Blog