|
||||
![]() |
||||
Disusun Oleh:
Evans Noor
Febrian N. H0812058
Fauzi Afnan H0812064
Habseto Aji
Yoga P. H0812076
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
I.
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Institusi
Mitra
1.
Profil OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA
merupakan singkatan dari Organisation for Industrial Spiritual and Cultural Advancement
yaitu suatu organisasi swasta nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan atau
membangun semangat dan kesadaran berkarya serta budaya yang lingkup
kerjasamanya bertaraf Internasional. Karena termasuk suatu lembaga yang
bersifat nirlaba, maka OISCA Training
Centre tidak mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan di setiap
kegiatannya. OISCA merupakan
organisasi non politik, non relegius dan non profit yang bergerak dalam bidang
agribisnis. Semua kegiatan di OISCA Training
Centre adalah sepenuhnya untuk kepentingan pelatihan.
2.
Lokasi OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA (Organisation
for Industrial Spiritual and Cultural Advancement) Training Centre Karanganyar berlokasi di Jl. TP. Joko Songo Km 1,2
Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa
Tengah, Kode Pos 57791. OISCA Training
Centre Karanganyar terletak ± 30 km sebelah timur kota Surakarta. Berikut
ini adalah batas-batas wilayah dari OISCA Training
Centre Karanganyar :
-
Sebelah Utara :
Desa Doplang
-
Sebelah Selatan :
Kecamatan Matesih
-
Sebelah Barat :
Desa Gerdu
-
Sebelah Timur :
Desa Ngemplak
Kondisi lingkungan tempat OISCA Training Centre Karanganyar didirikan
adalah sebagai berikut :
-
Tinggi tempat :
450 - 490 m dpl
-
Kemiringan bangunan : 30o - 40o
-
Suhu : 24o - 31oC
-
Curah hujan rata-rata :
3.150 mm/tahun
-
Jenis tanah : latosol
-
Kelembaban relatif :
61% - 91%
3.
Struktur Organisasi OISCA Training Centre Karanganyar
Adapun struktur
organisasi di OISCA Training Centre Karanganyar adalah sebagai berikut :




Gambar
1. Struktur Organisasi OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA Training Centre
Karanganyar merupakan organisasi yang dikelola secara sukarela oleh para
anggotanya. Struktur organisasi yang dimiliki masih sangat sederhana yang
terdiri atas direktur, wakil direktur, bagian administrasi, bagian kepala
kebun, bagian humas, penghijauan, dan kesiswaan. Berdasarkan pembagian bentuk
organisasi di OISCA termasuk dalam struktur organisasi lini (Lini
organization atau organisasi garis).
B. Hasil Kegiatan dan Pembahasan
1.
Manajemen Persediaan Benih Buah Melon di OISCA TC Karanganyar
Manajemen benih buah melon yang diterapkan di OISCA
adalah setiap 1000 m2 menggunakan 800-900 benih yang sudah di semai
dengan kondisi yang sehat. Disamping itu, dengan penyemaian akan diperoleh
keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak sehingga produksi yang
diharapkan dapat tercapai.
Sebelum dilakukan penyemaian lahan yang akan di tanami
harus di ukur terlebih dahulu agar dapat mengetahui kisaran populasi yang akan
di tanam. Untuk itu perlu langkah-langkah persiapan yang baik didalam melakukan
manajemen benih, sebab kegagalan dalam memanajemen dapat berakibat fatal karena
akan berdampak kepada program kerja dilapangan. Adapun persiapan yang harus
dilakukan di dalam penyemaian adalah sebagai berikut :
a.
Persiapan
Media Semai
Media semai yang baik adalah media
yang sehat dan
steril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang
dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.
Media semai yang digunakan terdiri dari:
1)
Tanah
2)
Pupuk kandang
3)
Arang sekam
4)
Bahan lain ( SP36, Furadan )
Untuk memperoleh komposisi media
semai yang baik,
maka harus diperhatikan perbandingan bahan-bahan tersebut. Hal ini dilakukan agar
saat pindah lapangan tidak pecah.
Perbandingan media semai :
Tanah : pupuk kandang : kuntan = 1 : 1 : 1
Apabila takaran yang digunakan ember 10 lt, maka
perbandinnganya:
10
lt Tanah : 10 lt PK : 10 lt Arang sekam
ditambah 50gr SP36 dan 25 gr
Furadan.
Perbandingan bahan tersebut juga
dilihat dari jenis tanah yang digunakan, apabila tanah berpasir, maka perbandingannya dapat berkurang.
b.
Cara
Menyemai
Untuk menyemai ada beberapa cara, antara lain :
1)
Cara langsung
Caranya biji
langsung dimasukan ke dalam polybag tanpa ada perlakuan sebelumnya. Kelemahanya
pertumbuhan tidak serempak dan daya tumbuhnya rendah yang dikarenakan kontrol
suhu dan air sulit dilakukan.
2)
Cara dikecambahkan
Biji direndam dalam
air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melunakkan kulit biji
dan merangsang pertumbuhan akar lembaga. Setelah direndam, biji diperam dalam
kertas atau kain basah dan disimpan pada tempat yang hangat yaitu kurang lebih 24 - 36 jam
berikutnya keluar calon akar lembaga, kemudian dimasukan kedalam polybag yang
telah dipersiapkan.
3)
Cara menyemai di kotak semai
a)
Sediakan kotak berlubang di bagian bawahnya yang
terbuat dari plastik, kayu, atau bambu. Untuk ukurannya bervariasi, 40 x 30 cm atau
30 x 25 cm, tinggi 5 cm.
b)
Kotak diisi media semai setinggi 2/3 bagian,
kemudian di buat alur dengan jarak 5 –
10 cm.
c)
Biji dimasukkan di alur tersebut dengan jarak
disesuaikan dengan besar kecilnya biji, kemudian ditutup kembali dengan arang
sekam atau media semai dan disiram kembali hingga basah.
d)
Kotak diletakkan pada bedengan persemaian yang sudah
disiapkan dan ditutup dengan plastik agar hangat.
e)
Setelah beberapa hari, biji mulai tumbuh. Saat tersebut
penutup harus dibuka agar tidak rusak atau etiolasi. Jika media kering maka
harus dilakukan penyiraman.
f)
Bibit dapat dipindah ke polybag setelah pertumbuhan
daun lembaganya penuh. Untuk pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari,
agar bibit tidak terjadi strees, stagnasi atau mati.
2.
Budidaya Buah Melon di OISCA Training
Centre Karanganyar
a.
Teknik Budidaya Melon di OISCA Training Centre Karanganyar
Melon
yang ditanam di OISCA Training
Centre Karanganyar
adalah melon varietas LADIKA 108 yang merupakan melon berdaging merah atau
oranye.
1)
Persiapan Lahan
Alat-alat
yang biasa digunakan dalam mengolah tanah antara lain; handtractor, traktor rotary, cangkul, garpu, bajak atau garu.
Tahap-tahap pengolahannya sebagai berikut:
a)
Pengolahan Lahan
1.
Pembersihan sisa tanaman
sebelumnya.
2.
Pembajakan atau pencangkulan
pertama.
Bertujuan
untuk membalik tanah, mendapatkan bongkahan tanah, mematikan gulma, mendapatkan
sinar matahari dan menghilangkan zat-zat yang merugikan.
3.
Pembajakan atau penggaruan
kedua.
Dilakukan
sebelum pembuatan bedengan kasar agar tanah mudah dibentuk menjadi
bedengan-bedengan kasar
4.
Pembuatan got dan takaran
bedeng.
5.
Penaburan pupuk.
Pupuk
dan bahan yang digunakan antara lain:
- Pupuk kandang (20 – 30
ton/ha),
- Pupuk kimia :
SP 36 (400 – 500 kg/ha)
ZA (600 kg/ha)
Phonska (300 – 400 kg/ha)
-
Kapur pertanian/dolomit (1 ton kapur tiap penaikan 1 pH tanah)
6.
Pengecrohan
Bedengan
dikecroh (diaduk) sehingga pupuk, kapur, dan tercampur dan masuk dalam tanah.
7.
Menutup calon bedengan
tersebut dari parit bedengan, sehingga bedengan dapat curam (tingginya 30 – 40
cm) dan parit pun dalam.
8.
Penutupan bedengan ini membuat
bahan-bahan yang ditambahkan tadi tercampur rata dengan tanah, sehingga tanah
dalam bedengan tidak perlu mengandung (ditambah) pupuk lagi karena penyebaran
akar adalah 5 cm di bawah permukaan sampai kedalaman 50 cm.
9.
Lapisan luar bedengan sampai
penutup diusahakan sehalus mungkin karena akan menjadi tempat (permukaan)
melekatnya mulsa (MPHP).
b)
Pemasangan dan Pelubangan
Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
Cara
pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga
menutup bedengan dengan tepat. Kemudian bagian tepi dan tiap sudut diklip
dengan bilahan bambu dengan ukuran kira-kira 20 cm x 1 cm. bedengan dibiarkan
selama 2 – 3 hari agar kondisinya menjadi baik dan pupuk terurai. Plastik mulsa
dilubangi dengan alat pelubang khusus atau dari kaleng susu yang telah
dipanasi. Jarak antar lubang 60 x 70 cm, kemudian tanah di bawahnya dilubangi juga
atau langsung dibuat tugal.
c)
Pemasangan Ajir
Ajir
yang digunakan terbuat dari bambu dengan panjang 180-200 cm. Ajir bambu
tersebut ditancapkan ke tanah sedalam 20- 25 cm supaya kokoh. Pemasangan ajir
dibuat dengan bentuk “H” karena ajir tersebut selain sebagai lanjaran juga
untuk mengikat buah melon yang sudah besar. Ajir dipasang dengan sistem “H”
permukaan bambu yang halus dihadapkan ke sinar matahari. Selanjutnya dipasang
palang sebagai tempat untuk gantung buah. Tinggi palang ± 60 cm. Tidak lupa
juga diberi ajir silang di tengah-tengah. Tujuannya untuk memperkokoh
berdirinya ajir yang lain dan palang.
2)
Penyemaian Benih
Benih melon disemai menggunakan
sistem kecambah. Benih melon direndam dalam air. Benih yang baik berada di
dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.
Setelah direndam selama 1-2 jam dengan suhu ± 300C kemudian benih diperam diatas
kain atau handuk. Prediksi waktu berkecambah adalah ± 24- 48 jam. Adapun
langkah yang dilakukan pada tahap persemaian antara lain:
a)
Pembuatan Media Semai
Media semai yang baik menggunakan
tanah yang berasal dari gunung, dibawah rerumpunan bambu atau tanah sub soil karena
tanah tersebut diperkirakan belum terkontaminasi hama penyakit maupun residu
pestisida dan pupuk kimia. Media semai dibuat dari campuran tanah, pupuk
kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Percampuran ketiga bahan
tersebut kemudian difermentasi menggunakan EMB (efektif mikroorganisme bambu)
sebagai starter mikroorganisme yang bermanfaat.
Cara membuat EMB :
Bahan : nasi putih, seresah bambu, tetes tebu
Alat : kardus, toples
Cara membuat :
1.
Seresah bambu secukupnya
dimasukkan dalam kardus.
2.
Nasi putih dikepal menggunakan
tangan sebanyak 5 kepal, kemudian dimasukkan dalam kardus berisi seresah bambu.
3.
Biarkan selama 3 hari hingga
ditumbuhi jamur miselium putih.
4.
Ambil gumpalan jamur, masukkan
dalam toples dan tambahkan tetes tebu sebagai pakan.
5.
Larutkan jamur tersebut
kedalam air. Siap untuk digunakan.
b)
Pengisian Polybag
Polybag yang digunakan untuk semai
adalah polybag plastik kecil. Polybag diisi media semai sampai 2/3 bagian
polybag. Setelah diisi kemudian disiram sampai basah.
c)
Pemeliharaan Pembibitan atau Penyemaian
1.
Cara dan Waktu Penyiraman
Bibit dipersemaian di siram setiap
pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah.
Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada
sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan
menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit
menjadi kurus, kering dan layu.
2.
Penjarangan
Penjarangan dilakukan dengan tujuan
untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kuat untuk ditanam. Penjarangan ini
mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan.
d)
Pemindahan bibit atau Transplanting
Bibit yang telah di semai 10-12
hari atau telah memiliki daun berjumlah 2-3 helai, dipindahkan kedalam lubang
tanam beserta medianya. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan
pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena
bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.
3)
Penanaman
Hal-hal yang dilakukan dalam
penanaman antara lain:
a)
Menata bibit dalam kotak
kemudian dibawa dari tempat persemaian ke lahan yang telah siap tanam.
b)
Bibit dalam kotak tersebut
direndam sebentar agar tanah dan plastik polybag tidak lengket, sehingga bibit
beserta tanahnya mudah dikeluarkan.
c)
Memisahkan polybag dan bibit
beserta tanahnya (diusahakan tanah tersebut tidak pecah) kemudian memasukkannya
pada lubang tanam. Tiap lubang berisi satu bibit. Saat memasukkan bibit,
diusahakan leher akar berada tepat di permukaan tanah (permukaan tanah pada
polybag sejajar dengan permukaan tanah). Selain itu diupayakan daun tidak
terlalu dekat atau rebah ke mulsa karena panas matahari yang dipantulkan mulsa
warna perak dapat membakar daun yang masih muda tersebut.
d)
Menutup lubang dengan tanah
yang gembur agar akar mudah tumbuh.
e)
Menyiram bibit yang baru
ditanam dengan air. Tanaman yang masih muda perlu dilakukan penyiraman pada
lubang tanamnya karena akar belum mampu menjangkau air yang ada di parit bedengan.
f)
Melakukan pengecekan dengan
rutin pada tanaman baru setelah disiram karena posisi tanaman dapat berubah.
4)
Pemeliharaan
a)
Pengairan
Pengairan
harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore hari.
b)
Penyulaman
Penyulaman
dilakukan bila dalam waktu 1 (satu) minggu setelah tanam bibit tidak
menunjukkan pertumbuhan normal. Hal yang penting untuk diperhatikan yaitu
penyulaman sebaiknya dilakukan sebelum hari kelima penanaman, karena bibit yang
disulam setelah hari kelima, maka pertumbuhannya akan terganggu.
c)
Penyiangan atau sanitasi
Penyiangan dilakukan pada
lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Gulma yang tidak dibersihkan
menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang munculnya penyakit.
d)
Pemangkasan atau perompesan,
gantung buah dan pengikatan.
Pemangkasan dilakukan untuk
memaksimalkan produksi buah. Tanaman melon dipangkas pada tunas air ke 1 – 8,
disisakan tunas air ke 9-11 sebagai calon buah. Tunas air ke 12 – 27 dibuang, disisakan
tunas air ke 28-30, kemudian di toping supaya tidak terus menjalar. Tunas
9,10,11 tersebut dipelihara sebagai calon buah. Calon buah setelah berukuran
sebesar bola pingpong kemudian diseleksi menjadi hanya 1 calon buah. Kriteria
calon buah yang baik yaitu bentuk oval sebesar bola pingpong, dan tidak cacat.
Pengikatan/gantung buah bertujuan untuk menghindari patahnya tangkai buah serta
menghindari kontak dengan tanah.
e)
Pemupukan
Pemupukan pada tanaman melon (pupuk
susulan) ini diberikan setiap minggu yaitu pada 7 HST pemupukan berupa pupuk
NPK dengan konsentrasi 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman, pada 14
HST berupa pupuk NPK konsentrasi 40 gr/lt sebanyak 200 ml larutan
pupuk/tanaman, pada 21 HST yaitu pada saat menjelang pembungaan yaitu diberikan
pupuk susulan NPK dengan konsentrasi 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan
pupuk/tanaman selanjutnya untuk 28 HST setelah pembungaan maka konsentrasi
pupuk NPK yang diberikan adalah 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman.
Sedangkan untuk pupuk KNO3 diberikan pada saat tanaman berumur 45 HST dengan
konsentrasi 1 gr/lt air sebanyak 200 ml larutan/tanaman. Pemberian pupuk
susulan pada tanaman melon ini diberikan dengan cara dilarutkan dalam air dan
disiramkan disekitar tanaman.
f)
Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang ditemukan di
lahan melon OISCA yaitu :
1.
Oteng-oteng (Aulocophora similis Oliver)
2.
Penyakit Virus Mozaik
3.
Penyakit layu Cendawan (Fusarium oxysporum Schlecht)
5)
Panen
Kriteria panen melon yaitu buah
berukuran normal, jaring/net sudah penuh, daun sudah mulai mengering, umur
panen ± 65 hari setelah tanam, beraroma harum.
6)
Pasca Panen
a)
Pengumpulan
Buah-buah melon yang telah dipanen
dikumpulkan untuk segera disortir.
b)
Penyortiran dan Pengkelasan
Melon yang telah dipanen, diangkut
dan dikumpulkan kemudian di sortasi. Hasil panen melon di OISCA terbagi menjadi
dua kelas yaitu grade A dengan kriteria berat mencapai 2 kg, grade B 1,5 kg dan
kelas rendah/grade C atau plonco dengan jaring sedikit atau tidak berjaring
sama sekali /tidak terbentuk net, serta memiliki berat bervariasi.
c)
Penyimpanan
Tempat penyimpanan harus memiliki
sirkulasi udara yang bagus, bersih terhindar dari hama perusak hasil panen.
Saat penyimpanan buah tidak langsung ditaruh dilantai, tetapi perlu diberi alas
jerami untuk menghindari cacat fisik, serta mengurangi kelembaban dari lantai, sehingga
buah tidak cepat rusak.
d)
Pengemasan dan Pengangkutan
Melon yang sudah disortasi dan
dikelaskan kemudian dikemas menggunakan karung. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut
buah melon yang akan dibawa oleh tengkulak ke pasaran dengan menggunakan mobil
bak terbuka.
7)
Pemasaran
Melon hasil produksi OISCA Training Centre ini langsung dipasarkan kepada
tengkulak yang datang, selain itu juga dijual langsung kepada konsumen dengan
cara membuka gerai sebagai tempat untuk menjual melon yang terdapat di OISCA Training
Centre dengan harga Rp. 10.000,00/ Kg untuk grade A, harga Rp. 5.000,00/ Kg
untuk grade B, dan Rp. 2.500,00/Kg untuk grade C.
b.
Analisis Usaha Tani
Perkiraan analisis usaha tani seluas
1000 m2 selama selama satu musim (3 bulan) dengan sekali panen, informasi
terkait usaha budidaya melon LADIKA 108, sebagai berikut:
-
Lahan yang diperlukan seluas
1000 m2
-
Jarak tanam 60 cm x 70 cm.
-
Populasi tanaman 2338
Rumus
menghitung populasi tanam:
= 2380 – 42
= 2338
batang
-
Biaya tenaga kerja pria (TKP)
Rp 5.000,00/jam
-
Biaya tenaga kerja wanita
(TKW) Rp 4.500,00/jam
-
Pemanenan dilakukan setelah
berumur 65 hari.
-
Dari 2338 Populasi yang
ditanam, terdapat mortalitas sebanyak 27 tanaman. Oleh karena itu, tanaman yang
produktif berjumlah 2311 tanaman.
-
Buah melon yang dipanen
dikelompokkan dalam 3 kelas, yaitu grade A grade B, dan grade C.
-
Harga jual buah melon Rp
10.000,00 per kg (grade A), Rp 5.000,00 per kg (grade B) dan Rp. 2.500,00 per
Kg ( grade C).
1)
Perhitungan
Biaya Produksi
Tabel 2.
Biaya produksi Budidaya Tanaman Buah Melon ( 1000 m2).
|
No
|
Uraian
|
Kebutuhan
|
Harga
Satuan
(Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
|||
|
1
|
Biaya Tetap
|
|
|
|
|||
|
Sewa Lahan selama 3 bulan
|
1000 m2
|
-
|
1.000.000
|
||||
|
Jumlah biaya
tetap
|
|
|
1.000.000
|
||||
|
2
|
Biaya Variabel
|
|
|
|
|||
|
a
|
Benih LADIKA 108
|
6 Pack
|
105.000
|
630.000
|
|||
|
b
|
Macam-macam pupuk
|
|
|
|
|||
|
1) Pupuk kandang
|
50 karung
|
2.000
|
100.000
|
||||
|
2)
Pupuk kimia
|
|
|
|
||||
|
- ZA
|
50 Kg
|
1.500
|
75.000
|
||||
|
- SP 36
|
20 Kg
|
2.100
|
42.000
|
||||
|
- Phonska
|
50 Kg
|
2.400
|
120.000
|
||||
|
- NPK
Mutiara
|
25 Kg
|
4.500
|
112.500
|
||||
|
- Dolomit
|
50 Kg
|
240
|
12.000
|
||||
|
c
|
Pestisida
|
|
|
|
|||
|
- Apsa
|
1 botol
|
16.500
|
16.500
|
||||
|
- Antracol
|
1 kemasan
|
27.000
|
27.000
|
||||
|
- Ziflo
|
1 botol
|
15.000
|
15.000
|
||||
|
- Rizotin
|
1 botol
|
35.000
|
35.000
|
||||
|
- Marshal
|
1 botol
|
13.500
|
13.500
|
||||
|
d
|
Lain-lain
|
|
|
|
|||
|
|
Polybag semai
|
3 pack
|
7.500
|
22.500
|
|||
|
MPHP
|
18 Kg
|
23.000
|
138.000
|
||||
|
3 kali pakai
|
|
1/3 x (18 x
Rp.23.000)
|
|
||||
|
Ajir atau Lanjaran
|
1500 batang
|
150
|
225.000
|
||||
|
Rafia
|
2 ball
|
7.500
|
15.000
|
||||
|
e
|
Biaya Tenaga Kerja
|
|
|
|
|||
|
|
Pengolahan Lahan
|
|
|
|
|||
|
Selama 3 x 8 jam
|
3 TKP
|
40.000
|
360.000
|
||||
|
Persemaian
|
|
|
|
||||
|
Pengisian
polybag semai
selama 2 jam
|
2 TKW
|
4.500
|
18.000
|
||||
|
Penanaman
|
|
|
|
||||
|
- Pembentukan bedengan jadi, pemberian pupuk
pemasangan MPHP selama 2 jam
|
4 TKP
|
5.000
|
40.000
|
||||
|
- Pindah tanam selama 2 jam
|
5 TKW
|
4.500
|
45.000
|
||||
|
|
2 TKP
|
5.000
|
20.000
|
||||
|
Pemeliharaan
tanaman
|
|
|
|
||||
|
- Pemupukan
susulan, dilaksanakan sebanyak 4 kali
|
2 TKW
|
4.500
|
36.000
|
||||
|
- Penyemprotan dilaksanakan sebanyak 3 kali
(masing-masing 1 jam)
|
2 TKP
|
5.000
|
30.000
|
||||
|
- Penyiangan dilaksanakan sebanyak 4 kali
(masing-masing 1 jam)
|
2 TKW
|
4.500
|
36.000
|
||||
|
- Perompesan tunas air dilaksanakan sebanyak
4 kali (masing-masing 1 jam)
|
2 TKW
|
4.500
|
36.000
|
||||
|
- Seleksi buah dan gantung buah selama 2 jam
|
2 TKW
|
3.000
|
12.000
|
||||
|
Keamanan
|
|
|
|
||||
|
Selama 3
bulan
|
2 TKP
|
|
90.000
|
||||
|
Panen
|
|
|
|
||||
|
Selama 2 jam
|
3 TKP
|
5.000
|
30.000
|
||||
|
Jumlah biaya Variabel
|
|
|
2.352.000
|
||||
|
TOTAL
|
3.352.000
|
||||||
|
|||||||
2)
Analisis
Perhitungan
a) Input:
1. Biaya Produksi:
Biaya produksi = Biaya tetap + Biaya variabel
Input : Biaya
Tetap = Rp 1.000.000,00
Biaya variabel =
Rp. 2.352.000,00
Total Biaya Produksi =
Rp. 3.352.000,00
2.
Bunga Modal:
Bunga modal =
1,5 % x 3 bulan x modal
= 1,5 % x 3 bulan x Rp
3.352.000,00
= Rp 150.840,00
3.
Biaya Usahatani:
Biaya usahatani =
Biaya Produksi + Bunga modal
= Rp 3.352.000,00 + Rp
150.840,00
= Rp 3.502.840,00 / sekali
produksi
b) Output:
1.
Hasil
Produksi
Tabel 3. Hasil Produksi tanaman
Buah Melon (1000 m2)
|
Grade
|
Jumlah Hasil (Buah)
|
Rata-Rata Berat (Kg)
|
Volume Hasil (Kg)
|
Harga Satuan (Rp)
|
Prosentase Hasil (%)
|
|
A
|
987
|
2
|
1974
|
10.000,00
|
52,38
|
|
B
|
940
|
1,5
|
1410
|
5.000,00
|
37,42
|
|
C
|
384
|
1
|
384
|
2.500,00
|
10,19
|
|
Total
|
2311
|
-
|
3768
|
-
|
100
|
Sumber: Analisis Data Primer
3) Penerimaan
Tabel 4. Pendapatan Penjualan Budidaya Buah Melon
(1000 m2).
|
Produk (Grade)
|
Harga Jual per
buah (Rp)
|
Volume hasil (kg)
|
Pendapatan
penjualan (Rp))
|
|
A
|
10.000,00
|
1974
|
19.740.000
|
|
B
|
5.000,00
|
1410
|
7.050.000
|
|
C
|
2.500,00
|
384
|
960.000
|
|
Total Penerimaan (Rp)
|
27.750.000
|
||
Sumber: Analisis Data Primer
4) Perhitungan Laba:
Tabel 5. Laba Bersih Usaha Budidaya Buah Melon (1000
m2).
|
Produk
|
Grade A
|
Grade B
|
Grade C
|
Total
|
|
Jumlah
Produksi
|
1974 kg
|
1410 kg
|
384 kg
|
3768 kg
|
|
Penerimaan
|
Rp 19.740.000,00
|
Rp 7.050.000,00
|
Rp 960.000,00
|
Rp 27.750.000,00
|
|
Biaya Usahatani
|
|
|
|
|
|
Laba Bersih
|
|
|
|
Rp 24.247.160,00
|
Sumber:
Analisis Data Primer
Laba Bersih = Penerimaan - Biaya
Usahatani
= Rp 27.750.000,00 - Rp
3.502.840,00
= Rp 24.247.160,00
5) Perhitungan R/C Ratio:
Jadi, setiap penambahan biaya
Rp.1,- akan diperoleh penerimaan Rp 8,- maka usaha dikatakan efisien.
6) Perhitungan Break Even Point (BEP)


Jadi titik balik modal akan
tercapai bila melon yang terjual adalah senilai Rp 1.086.956,52.
3.
Manajemen Mutu Buah Melon di OISCA TC Karanganyar
a.
Standar Mutu Buah Melon
1)
Utuh;
2)
Padat (firm);
3)
Layak dikonsumsi;
4)
Bersih, bebas dari benda-benda
asing yang tampak;
5)
Bebas dari kerusakan karena
faktor mekanis atau fisiologis;
6)
Bebas dari hama dan penyakit;
7)
Bebas dari aroma dan rasa
asing;
8)
Penampilan segar sesuai dengan
bentuk, warna dan rasa yang menjadi penciri varietas;
9)
Apabila terdapat tangkai buah
tidak boleh lebih dari 5 cm.
b.
Proses Tahapan-tahapan Manajemen Mutu Buah Melon di OISCA Training Centre Karanganyar
Untuk
mendapatkan produksi buah melon yang menguntungkan, OISCA Training Centre Karanganyar melakukan aktivitas manajemen mutu yang
meliputi beberapa tahapan-tahapan yang ditunjukkan melalui bagan berikut ini :
1)
Meningkatkan Hasil dan Mutu
Buah Melon
a)
Kesesuaian lingkungan budidaya
b)
Pemilihan varietas yang tepat.
c)
Pengolahan tanah
d)
Pemupukan
e)
Pengairan
f)
Perlindungan tanaman
g)
Perlakuan pra panen
2)
Menetapkan Mutu Buah Melon
a)
Penentuan waktu panen yang
tepat
1.
Sifat varietas
2.
Hari tanam atau hari berbunga
3.
Faktor lingkungan selama musim
tanam
4.
Ciri khusus. Terbentuknya
lapisan absisic
b)
Cara dan alat panen yang benar
c)
Waktu panen yang tepat
d)
Penumpukan hasil panen
1.
Diberi alas
2.
Pada tempat terlindung dari
panas
3.
Penumpukan tidak menyebabkan
kerusakan fisik
3)
Mempertahankan Mutu Buah Melon
Dalam
rangka mempertahankan dan memperpanjang mutu buah melon yang segar setelah
panen dari buah yang bermutu, OISCA Training
Centre Karanganyar melakukan penanganan pasca panen yang benar. Tujuannya
adalah untuk meningkatkan nilai jual, sehingga pendapatan meningkat dan
memuaskan konsumen. Apabila tidak dilakukan penanganan pasca panen yang tepat
maka mutu buah melon akan turun, dan sebagian buah menjadi tidak dapat
dipasarkan.
II.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil kegiatan magang yang telah dilakukan di OISCA Training Centre Karanganyar, penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1.
OISCA merupakan singkatan dari Organisation for Industrial Spiritual and
Cultural Advancement yaitu suatu organisasi swasta nirlaba yang bekerja
untuk meningkatkan atau membangun semangat dan kesadaran berkarya serta budaya
yang lingkup kerjasamanya bertaraf Internasional.
2. Manajemen benih yang diterapkan di OSICA adalah setiap 1000 m2
menggunakan 800-900 benih yang sudah di semai dengan kondisi yang sehat.
3. Cara menyemai
bibit yang dilakukan OISCA Training
Centre Karanganyar adalah menggunakan 3 cara yaitu cara langsung, cara
dikecambahkan, dan cara menyemai di kotak semai.
4.
Melon yang sudah dipanen
memiliki harga Rp 10.000,00/ Kg untuk grade A,harga Rp 5.000,00/ Kg untuk grade
B, dan Rp 2.500,00/Kg untuk grade C.
5.
Hasil produksi melon untuk
grade A mencapai 1974 kg, grade B mencapai 1410 kg, dan grade C mencapai 384 kg
serta jumlah produksi seluruhnya mencapai 3768 kg.
6.
Pada budidaya melon di OISCA Training
Centre dengan biaya usaha sebesar Rp 3.502.840,00. Sedangkan laba bersih
sebesar Rp 24.247.160,00 yaitu pada lahan seluas 1000 m2, sekali
produksi.
7.
Pada budidaya tanaman melon di lahan OISCA Training
Centre dalam sekali produksi R/C rationya yaitu sebesar 8 jadi dapat
disimpulkan bahwa usahatani tanaman melon sudah efisien.
8.
BEP nilai dalam rupiah
sejumlah Rp 1.086.956,52.
9.
Adapun standar mutu minimum buah
melon yang diterapkan oleh OISCA Training
Centre Karanganyar, meliputi :
a.
Utuh;
b.
Padat (firm);
c.
Layak dikonsumsi;
d.
Bersih, bebas dari benda-benda
asing yang tampak;
e.
Bebas dari kerusakan karena
faktor mekanis atau fisiologis;
f.
Bebas dari hama dan penyakit;
g.
Bebas dari aroma dan rasa
asing;
h.
Penampilan segar sesuai dengan
bentuk, warna dan rasa yang menjadi penciri varietas;
i.
Apabila terdapat tangkai buah
tidak boleh lebih dari 5 cm.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, maka saran yang
dapat disampaikan
yaitu :
1. Perlu adanya inovasi yang lebih
banyak lagi untuk dapat memberikan pengetahuan bagi petani agar bisa bersaing
dengan dunia global yang sekarang berkembang pesat.
2. Meminimalisir penggunaan
produk-produk kimiawi dalam berbudidaya dan memaksimalkan penggunaan
produk-produk berbahan organic.
3.
Sebaiknya dalam pengendalian
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) lebih dioptimalkan kembali, karena selama
ini faktor utama penyebab menurunnya mutu buah melon disebabkan oleh serangan
hama dan penyakit.
4.
Sebaiknya dilakukan proses
pengepakan (packing) terhadap produk
buah melon agar mampu menambah nilai jual dari produk buah melon tersebut serta
dapat melindungi buah melon dari pengaruh luar.
5.
Perlu adanya perluasan pasar
bagi produk melon terutama di pasar-pasar modern dan pasar lokal sehingga omzet
semakin meningkat dan meningkatkan keuntungan usahatani.
Downey dan Erickson. 1992. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta.
Hadisapoetra, S. 1983. Biaya dan Pendapatan di Dalam Usahatani.
Departemen Ekonomi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Indrajit,
E. R dan Djokopranoto. R. 2003. Manajemen
Persediaan. Jakarta: Grasindo.
Mockler (1972) dalam
Gutom, R A. 2011. Korelasi Antara Quality Control, Produktivitas Pekerja, Dan
Keselamatan Kerja Dalam Sebuah Proyek Konstruksi. e-journal.uajy.ac.id. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Tjahjadi, Nur. 1989. Bertanam Melon. Kanisius.Yogyakarta.


No comments:
Post a Comment