MAN JADDA WAJADA , MAN SHABARA ZHAFIRA
Powered By Blogger

Friday, 10 June 2016

MAKALAH SEMINAR MAGANG OISCA

MAKALAH SEMINAR MAGANG
MAGANG MAHASISWA
DI PUSAT PELATIHAN OISCA (ORGANIZATION FOR INDUSTRIAL SPRITUAL AND CULTURAL ADVANCEMENT) KABUPATEN KARANGANYAR
 
 














Disusun Oleh:
Evans Noor Febrian N.                          H0812058
Fauzi Afnan                                             H0812064
Habseto Aji Yoga P.                                H0812076



FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

I.       HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
A.    Profil Institusi Mitra
1.      Profil OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA merupakan singkatan dari Organisation for Industrial Spiritual and Cultural Advancement yaitu suatu organisasi swasta nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan atau membangun semangat dan kesadaran berkarya serta budaya yang lingkup kerjasamanya bertaraf Internasional. Karena termasuk suatu lembaga yang bersifat nirlaba, maka OISCA Training Centre tidak mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan di setiap kegiatannya. OISCA merupakan organisasi non politik, non relegius dan non profit yang bergerak dalam bidang agribisnis. Semua kegiatan di OISCA Training Centre adalah sepenuhnya untuk kepentingan pelatihan.
2.      Lokasi OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA (Organisation for Industrial Spiritual and Cultural Advancement) Training Centre Karanganyar berlokasi di Jl. TP. Joko Songo Km 1,2 Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Kode Pos 57791. OISCA Training Centre Karanganyar terletak ± 30 km sebelah timur kota Surakarta. Berikut ini adalah batas-batas wilayah dari OISCA Training Centre Karanganyar :
-          Sebelah Utara        : Desa Doplang
-          Sebelah Selatan     : Kecamatan Matesih
-          Sebelah Barat        : Desa Gerdu
-          Sebelah Timur       : Desa Ngemplak
Kondisi lingkungan tempat OISCA Training Centre Karanganyar didirikan adalah sebagai berikut :
-          Tinggi tempat                    : 450 - 490 m dpl
-           Kemiringan bangunan       : 30o - 40o
-          Suhu                                  : 24o - 31oC
-          Curah hujan rata-rata        : 3.150 mm/tahun
-          Jenis tanah                         : latosol
-          Kelembaban relatif            : 61% - 91%
3.      Struktur Organisasi OISCA Training Centre Karanganyar
Text Box: Direktur Utama
AG. Mulyono Herlambang
Adapun struktur organisasi di OISCA Training Centre Karanganyar adalah sebagai berikut :


 

Text Box: Wakil Direktur
Darmanto

Text Box: Bagian Lahan
Rian Ahmad Farhani
Text Box: Staff Muda
Devi Paklioy
Text Box: Bagian Lahan
Abdul Rokhman Rokhim Soleh
Text Box: Penghijauan & Kesiswaan
Rifa’an & Setyo Budi U.
Text Box: Administrasi
Tri Widarningsih
Text Box: Kepala Bagian Pelatihan
I.B. Mei Suparyanto
Gambar 1. Struktur Organisasi OISCA Training Centre Karanganyar
OISCA Training Centre Karanganyar merupakan organisasi yang dikelola secara sukarela oleh para anggotanya. Struktur organisasi yang dimiliki masih sangat sederhana yang terdiri atas direktur, wakil direktur, bagian administrasi, bagian kepala kebun, bagian humas, penghijauan, dan kesiswaan. Berdasarkan pembagian bentuk organisasi di OISCA termasuk dalam struktur organisasi lini (Lini organization atau organisasi garis).
B.     Hasil Kegiatan dan Pembahasan
1.      Manajemen Persediaan Benih Buah Melon di OISCA TC Karanganyar
Manajemen benih buah melon yang diterapkan di OISCA adalah setiap 1000 m2 menggunakan 800-900 benih yang sudah di semai dengan kondisi yang sehat. Disamping itu, dengan penyemaian akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak sehingga produksi yang diharapkan dapat tercapai.
Sebelum dilakukan penyemaian lahan yang akan di tanami harus di ukur terlebih dahulu agar dapat mengetahui kisaran populasi yang akan di tanam. Untuk itu perlu langkah-langkah persiapan yang baik didalam melakukan manajemen benih, sebab kegagalan dalam memanajemen dapat berakibat fatal karena akan berdampak kepada program kerja dilapangan. Adapun persiapan yang harus dilakukan di dalam penyemaian adalah sebagai berikut :

a.       Persiapan Media Semai

Media semai yang baik adalah media yang sehat dan steril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.
Media semai yang digunakan terdiri dari:
1)      Tanah
2)      Pupuk kandang
3)      Arang sekam
4)      Bahan lain ( SP36, Furadan )
Untuk memperoleh komposisi media semai yang baik, maka harus diperhatikan perbandingan bahan-bahan tersebut. Hal ini dilakukan agar saat pindah lapangan tidak pecah.
Perbandingan media semai :
Tanah : pupuk kandang : kuntan = 1 : 1 : 1
Apabila takaran yang digunakan ember 10 lt, maka perbandinnganya:
10 lt  Tanah : 10 lt PK : 10 lt Arang sekam ditambah 50gr SP36 dan 25 gr Furadan.
Perbandingan bahan tersebut juga dilihat dari jenis tanah yang digunakan, apabila tanah berpasir, maka perbandingannya dapat berkurang.

b.      Cara Menyemai

Untuk menyemai ada beberapa cara, antara lain :
1)      Cara langsung
Caranya biji langsung dimasukan ke dalam polybag tanpa ada perlakuan sebelumnya. Kelemahanya pertumbuhan tidak serempak dan daya tumbuhnya rendah yang dikarenakan kontrol suhu dan air sulit dilakukan.
2)      Cara dikecambahkan
Biji direndam dalam air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melunakkan kulit biji dan merangsang pertumbuhan akar lembaga. Setelah direndam, biji diperam dalam kertas atau kain basah dan disimpan pada tempat yang hangat yaitu kurang lebih 24 - 36 jam berikutnya keluar calon akar lembaga, kemudian dimasukan kedalam polybag yang telah dipersiapkan.
3)      Cara menyemai di kotak semai
                                                a)      Sediakan kotak berlubang di bagian bawahnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bambu. Untuk ukurannya bervariasi, 40 x 30 cm atau 30 x 25 cm, tinggi 5 cm.
                                                b)      Kotak diisi media semai setinggi 2/3 bagian, kemudian di buat alur dengan jarak  5 – 10 cm.
                                                c)      Biji dimasukkan di alur tersebut dengan jarak disesuaikan dengan besar kecilnya biji, kemudian ditutup kembali dengan arang sekam atau media semai dan disiram kembali hingga basah.
                                               d)      Kotak diletakkan pada bedengan persemaian yang sudah disiapkan dan ditutup dengan plastik agar hangat.
                                                e)      Setelah beberapa hari, biji mulai tumbuh. Saat tersebut penutup harus dibuka agar tidak rusak atau etiolasi. Jika media kering maka harus dilakukan penyiraman.
                                                 f)      Bibit dapat dipindah ke polybag setelah pertumbuhan daun lembaganya penuh. Untuk pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari, agar bibit tidak terjadi strees, stagnasi atau mati.
2.      Budidaya Buah Melon di OISCA Training Centre Karanganyar
a.       Teknik Budidaya Melon di OISCA Training Centre Karanganyar
Melon yang ditanam di OISCA Training Centre Karanganyar adalah melon varietas LADIKA 108 yang merupakan melon berdaging merah atau oranye.
1)      Persiapan Lahan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam mengolah tanah antara lain; handtractor, traktor rotary, cangkul, garpu, bajak atau garu. Tahap-tahap pengolahannya sebagai berikut:
a)      Pengolahan Lahan
1.      Pembersihan sisa tanaman sebelumnya.
2.      Pembajakan atau pencangkulan pertama.
Bertujuan untuk membalik tanah, mendapatkan bongkahan tanah, mematikan gulma, mendapatkan sinar matahari dan menghilangkan zat-zat yang merugikan.
3.      Pembajakan atau penggaruan kedua.
Dilakukan sebelum pembuatan bedengan kasar agar tanah mudah dibentuk menjadi bedengan-bedengan kasar
4.      Pembuatan got dan takaran bedeng.
5.      Penaburan pupuk.
Pupuk dan bahan yang digunakan antara lain:
-  Pupuk kandang (20 – 30 ton/ha),
-  Pupuk kimia :
SP 36 (400 – 500 kg/ha)
ZA (600 kg/ha)
Phonska (300 – 400 kg/ha)
- Kapur pertanian/dolomit (1 ton kapur tiap penaikan 1 pH tanah)
6.      Pengecrohan
Bedengan dikecroh (diaduk) sehingga pupuk, kapur, dan tercampur dan masuk dalam tanah.
7.      Menutup calon bedengan tersebut dari parit bedengan, sehingga bedengan dapat curam (tingginya 30 – 40 cm) dan parit pun dalam.
8.      Penutupan bedengan ini membuat bahan-bahan yang ditambahkan tadi tercampur rata dengan tanah, sehingga tanah dalam bedengan tidak perlu mengandung (ditambah) pupuk lagi karena penyebaran akar adalah 5 cm di bawah permukaan sampai kedalaman 50 cm.
9.      Lapisan luar bedengan sampai penutup diusahakan sehalus mungkin karena akan menjadi tempat (permukaan) melekatnya mulsa (MPHP).
b)      Pemasangan dan Pelubangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
Cara pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Kemudian bagian tepi dan tiap sudut diklip dengan bilahan bambu dengan ukuran kira-kira 20 cm x 1 cm. bedengan dibiarkan selama 2 – 3 hari agar kondisinya menjadi baik dan pupuk terurai. Plastik mulsa dilubangi dengan alat pelubang khusus atau dari kaleng susu yang telah dipanasi. Jarak antar lubang 60 x 70 cm, kemudian tanah di bawahnya dilubangi juga atau langsung dibuat tugal.
c)      Pemasangan Ajir
Ajir yang digunakan terbuat dari bambu dengan panjang 180-200 cm. Ajir bambu tersebut ditancapkan ke tanah sedalam 20- 25 cm supaya kokoh. Pemasangan ajir dibuat dengan bentuk “H” karena ajir tersebut selain sebagai lanjaran juga untuk mengikat buah melon yang sudah besar. Ajir dipasang dengan sistem “H” permukaan bambu yang halus dihadapkan ke sinar matahari. Selanjutnya dipasang palang sebagai tempat untuk gantung buah. Tinggi palang ± 60 cm. Tidak lupa juga diberi ajir silang di tengah-tengah. Tujuannya untuk memperkokoh berdirinya ajir yang lain dan palang.
2)      Penyemaian Benih
Benih melon disemai menggunakan sistem kecambah. Benih melon direndam dalam air. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Setelah direndam selama 1-2 jam dengan suhu ± 300C kemudian benih diperam diatas kain atau handuk. Prediksi waktu berkecambah adalah ± 24- 48 jam. Adapun langkah yang dilakukan pada tahap persemaian antara lain:
a)      Pembuatan Media Semai
Media semai yang baik menggunakan tanah yang berasal dari gunung, dibawah rerumpunan bambu atau tanah sub soil karena tanah tersebut diperkirakan belum terkontaminasi hama penyakit maupun residu pestisida dan pupuk kimia. Media semai dibuat dari campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Percampuran ketiga bahan tersebut kemudian difermentasi menggunakan EMB (efektif mikroorganisme bambu) sebagai starter mikroorganisme yang bermanfaat.
Cara membuat EMB :
Bahan : nasi putih, seresah bambu, tetes tebu
Alat : kardus, toples
Cara membuat :
1.      Seresah bambu secukupnya dimasukkan dalam kardus.
2.      Nasi putih dikepal menggunakan tangan sebanyak 5 kepal, kemudian dimasukkan dalam kardus berisi seresah bambu.
3.      Biarkan selama 3 hari hingga ditumbuhi jamur miselium putih.
4.      Ambil gumpalan jamur, masukkan dalam toples dan tambahkan tetes tebu sebagai pakan.
5.      Larutkan jamur tersebut kedalam air. Siap untuk digunakan.
b)      Pengisian Polybag
Polybag yang digunakan untuk semai adalah polybag plastik kecil. Polybag diisi media semai sampai 2/3 bagian polybag. Setelah diisi kemudian disiram sampai basah.
c)      Pemeliharaan Pembibitan atau Penyemaian
1.      Cara dan Waktu Penyiraman
Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Saat cuaca panas, tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari, jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus, kering dan layu.
2.      Penjarangan
Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kuat untuk ditanam. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan.
d)     Pemindahan bibit atau Transplanting
Bibit yang telah di semai 10-12 hari atau telah memiliki daun berjumlah 2-3 helai, dipindahkan kedalam lubang tanam beserta medianya. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.

3)      Penanaman
Hal-hal yang dilakukan dalam penanaman antara lain:
a)      Menata bibit dalam kotak kemudian dibawa dari tempat persemaian ke lahan yang telah siap tanam.
b)      Bibit dalam kotak tersebut direndam sebentar agar tanah dan plastik polybag tidak lengket, sehingga bibit beserta tanahnya mudah dikeluarkan.
c)      Memisahkan polybag dan bibit beserta tanahnya (diusahakan tanah tersebut tidak pecah) kemudian memasukkannya pada lubang tanam. Tiap lubang berisi satu bibit. Saat memasukkan bibit, diusahakan leher akar berada tepat di permukaan tanah (permukaan tanah pada polybag sejajar dengan permukaan tanah). Selain itu diupayakan daun tidak terlalu dekat atau rebah ke mulsa karena panas matahari yang dipantulkan mulsa warna perak dapat membakar daun yang masih muda tersebut.
d)     Menutup lubang dengan tanah yang gembur agar akar mudah tumbuh.
e)      Menyiram bibit yang baru ditanam dengan air. Tanaman yang masih muda perlu dilakukan penyiraman pada lubang tanamnya karena akar belum mampu menjangkau air yang ada di parit bedengan.
f)       Melakukan pengecekan dengan rutin pada tanaman baru setelah disiram karena posisi tanaman dapat berubah.
4)      Pemeliharaan
a)      Pengairan
Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore hari.
b)      Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila dalam waktu 1 (satu) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Hal yang penting untuk diperhatikan yaitu penyulaman sebaiknya dilakukan sebelum hari kelima penanaman, karena bibit yang disulam setelah hari kelima, maka pertumbuhannya akan terganggu.
c)      Penyiangan atau sanitasi
Penyiangan dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Gulma yang tidak dibersihkan menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang munculnya penyakit.
d)     Pemangkasan atau perompesan, gantung buah dan pengikatan.
Pemangkasan dilakukan untuk memaksimalkan produksi buah. Tanaman melon dipangkas pada tunas air ke 1 – 8, disisakan tunas air ke 9-11 sebagai calon buah. Tunas air ke 12 – 27 dibuang, disisakan tunas air ke 28-30, kemudian di toping supaya tidak terus menjalar. Tunas 9,10,11 tersebut dipelihara sebagai calon buah. Calon buah setelah berukuran sebesar bola pingpong kemudian diseleksi menjadi hanya 1 calon buah. Kriteria calon buah yang baik yaitu bentuk oval sebesar bola pingpong, dan tidak cacat. Pengikatan/gantung buah bertujuan untuk menghindari patahnya tangkai buah serta menghindari kontak dengan tanah.
e)      Pemupukan
Pemupukan pada tanaman melon (pupuk susulan) ini diberikan setiap minggu yaitu pada 7 HST pemupukan berupa pupuk NPK dengan konsentrasi 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman, pada 14 HST berupa pupuk NPK konsentrasi 40 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman, pada 21 HST yaitu pada saat menjelang pembungaan yaitu diberikan pupuk susulan NPK dengan konsentrasi 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman selanjutnya untuk 28 HST setelah pembungaan maka konsentrasi pupuk NPK yang diberikan adalah 20 gr/lt sebanyak 200 ml larutan pupuk/tanaman. Sedangkan untuk pupuk KNO3 diberikan pada saat tanaman berumur 45 HST dengan konsentrasi 1 gr/lt air sebanyak 200 ml larutan/tanaman. Pemberian pupuk susulan pada tanaman melon ini diberikan dengan cara dilarutkan dalam air dan disiramkan disekitar tanaman.
f)       Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang ditemukan di lahan melon OISCA yaitu :
1.      Oteng-oteng (Aulocophora similis Oliver)
2.      Penyakit Virus Mozaik
3.      Penyakit layu Cendawan (Fusarium oxysporum Schlecht)
5)      Panen
Kriteria panen melon yaitu buah berukuran normal, jaring/net sudah penuh, daun sudah mulai mengering, umur panen ± 65 hari setelah tanam, beraroma harum.
6)      Pasca Panen
a)      Pengumpulan
Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan untuk segera disortir.
b)      Penyortiran dan Pengkelasan
Melon yang telah dipanen, diangkut dan dikumpulkan kemudian di sortasi. Hasil panen melon di OISCA terbagi menjadi dua kelas yaitu grade A dengan kriteria berat mencapai 2 kg, grade B 1,5 kg dan kelas rendah/grade C atau plonco dengan jaring sedikit atau tidak berjaring sama sekali /tidak terbentuk net, serta memiliki berat bervariasi.
c)      Penyimpanan
Tempat penyimpanan harus memiliki sirkulasi udara yang bagus, bersih terhindar dari hama perusak hasil panen. Saat penyimpanan buah tidak langsung ditaruh dilantai, tetapi perlu diberi alas jerami untuk menghindari cacat fisik, serta mengurangi kelembaban dari lantai, sehingga buah tidak cepat rusak.
d)     Pengemasan dan Pengangkutan
Melon yang sudah disortasi dan dikelaskan kemudian dikemas menggunakan karung. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa oleh tengkulak ke pasaran dengan menggunakan mobil bak terbuka.
7)      Pemasaran
Melon hasil produksi OISCA Training Centre ini langsung dipasarkan kepada tengkulak yang datang, selain itu juga dijual langsung kepada konsumen dengan cara membuka gerai sebagai tempat untuk menjual melon yang terdapat di  OISCA Training Centre dengan harga Rp. 10.000,00/ Kg untuk grade A, harga Rp. 5.000,00/ Kg untuk grade B, dan Rp. 2.500,00/Kg untuk grade C.
b.      Analisis Usaha Tani
Perkiraan analisis usaha tani seluas 1000 m2 selama selama satu musim (3 bulan) dengan sekali panen, informasi terkait usaha budidaya melon LADIKA 108, sebagai berikut:
-          Lahan yang diperlukan seluas 1000 m2
-          Jarak tanam 60 cm x 70 cm.
-          Populasi tanaman 2338
Rumus menghitung populasi tanam:
= 2380 – 42
= 2338 batang
-          Biaya tenaga kerja pria (TKP) Rp 5.000,00/jam
-          Biaya tenaga kerja wanita (TKW) Rp 4.500,00/jam
-          Pemanenan dilakukan setelah berumur 65 hari.
-          Dari 2338 Populasi yang ditanam, terdapat mortalitas sebanyak 27 tanaman. Oleh karena itu, tanaman yang produktif berjumlah 2311 tanaman.
-          Buah melon yang dipanen dikelompokkan dalam 3 kelas, yaitu grade A grade B, dan grade C.
-          Harga jual buah melon Rp 10.000,00 per kg (grade A), Rp 5.000,00 per kg (grade B) dan Rp. 2.500,00 per Kg ( grade C).
1)      Perhitungan Biaya Produksi
Tabel 2. Biaya produksi Budidaya Tanaman Buah Melon ( 1000 m2).
No
Uraian
Kebutuhan
Harga
Satuan
(Rp)
Jumlah (Rp)
1
Biaya Tetap



Sewa Lahan selama 3 bulan
1000 m2
-
1.000.000
Jumlah biaya tetap


1.000.000
2
Biaya Variabel



a
Benih LADIKA 108
6 Pack
105.000
630.000
b
Macam-macam pupuk



1) Pupuk kandang
50 karung
2.000
100.000
2) Pupuk kimia



- ZA
50 Kg
1.500
75.000
- SP 36
20 Kg
2.100
42.000
- Phonska
50 Kg
2.400
120.000
- NPK Mutiara
25 Kg
4.500
112.500
- Dolomit
50 Kg
240
12.000
c
Pestisida



- Apsa
1 botol
16.500
16.500
- Antracol
1 kemasan
27.000
27.000
- Ziflo
1 botol
15.000
15.000
- Rizotin
1 botol
35.000
35.000
- Marshal
1 botol
13.500
13.500
d
Lain-lain




Polybag semai
3 pack
7.500
22.500
MPHP
18 Kg
23.000
138.000
3 kali pakai

1/3 x (18 x
Rp.23.000)

Ajir atau Lanjaran
1500 batang
150
225.000
Rafia
2 ball
7.500
15.000
e
Biaya Tenaga Kerja




Pengolahan Lahan



Selama 3 x 8 jam
3 TKP
40.000
360.000
Persemaian



Pengisian polybag semai
selama 2 jam
2 TKW
4.500
18.000
Penanaman



-  Pembentukan bedengan jadi, pemberian pupuk pemasangan MPHP selama 2 jam
4 TKP
5.000
40.000
Pindah tanam selama 2 jam
5 TKW
4.500
45.000

2 TKP
5.000
20.000
Pemeliharaan tanaman



-  Pemupukan susulan, dilaksanakan sebanyak 4 kali
2 TKW
4.500
36.000
-  Penyemprotan dilaksanakan sebanyak 3 kali (masing-masing 1 jam)
2 TKP
5.000
30.000
-  Penyiangan dilaksanakan sebanyak 4 kali (masing-masing 1 jam)
2 TKW
4.500
36.000
-  Perompesan tunas air dilaksanakan sebanyak 4 kali (masing-masing 1 jam)
2 TKW
4.500
36.000
-  Seleksi buah dan gantung buah selama 2 jam
2 TKW
3.000
12.000
Keamanan



Selama 3 bulan
2 TKP

90.000
Panen



Selama 2 jam
3 TKP
5.000
30.000
Jumlah biaya Variabel


2.352.000
TOTAL
3.352.000
Sumber: Analisis Data Primer


 



2)      Analisis Perhitungan
a)      Input:
1.      Biaya Produksi:
Biaya produksi            = Biaya tetap + Biaya variabel
Input : Biaya Tetap     = Rp 1.000.000,00
Biaya variabel             = Rp. 2.352.000,00
Total Biaya Produksi = Rp. 3.352.000,00
2.      Bunga Modal:
Bunga modal               = 1,5 % x 3 bulan x modal
= 1,5 % x 3 bulan x Rp 3.352.000,00
                                                                        = Rp 150.840,00
3.      Biaya Usahatani:
Biaya usahatani           = Biaya Produksi + Bunga modal
= Rp 3.352.000,00 + Rp 150.840,00
= Rp 3.502.840,00 / sekali produksi
b)      Output:
1.      Hasil Produksi
Tabel 3. Hasil Produksi tanaman Buah Melon (1000 m2)
Grade
Jumlah Hasil (Buah)
Rata-Rata Berat (Kg)
Volume Hasil (Kg)
Harga Satuan (Rp)
Prosentase Hasil (%)
A
987
2
1974
10.000,00
52,38
B
940
1,5
1410
5.000,00
37,42
C
384
1
384
2.500,00
10,19
Total
2311
-
3768
-
100
Sumber: Analisis Data Primer
3)      Penerimaan
Tabel 4. Pendapatan Penjualan Budidaya Buah Melon (1000 m2).
Produk (Grade)
Harga Jual per
buah (Rp)
Volume hasil (kg)
Pendapatan
penjualan (Rp))
A
10.000,00
1974
19.740.000
B
5.000,00
1410
7.050.000
C
2.500,00
384
960.000
Total Penerimaan (Rp)
27.750.000
Sumber: Analisis Data Primer

4)      Perhitungan Laba:
Tabel 5. Laba Bersih Usaha Budidaya Buah Melon (1000 m2).
Produk
Grade A
Grade B
Grade C
Total
Jumlah Produksi
1974 kg
1410 kg
384 kg
3768 kg
Penerimaan
Rp 19.740.000,00
Rp 7.050.000,00
Rp 960.000,00
Rp 27.750.000,00
Biaya Usahatani



Rp 3.502.840,00
Laba Bersih



Rp 24.247.160,00
Sumber: Analisis Data Primer
Laba Bersih                       = Penerimaan - Biaya Usahatani
= Rp 27.750.000,00 - Rp 3.502.840,00
= Rp 24.247.160,00
5)      Perhitungan R/C Ratio:
Jadi, setiap penambahan biaya Rp.1,- akan diperoleh penerimaan Rp 8,- maka usaha dikatakan efisien.
6)      Perhitungan Break Even Point (BEP)
Jadi titik balik modal akan tercapai bila melon yang terjual adalah senilai Rp 1.086.956,52.


3.      Manajemen Mutu Buah Melon di OISCA TC Karanganyar
a.      Standar Mutu Buah Melon
1)      Utuh;
2)      Padat (firm);
3)      Layak dikonsumsi;
4)      Bersih, bebas dari benda-benda asing yang tampak;
5)      Bebas dari kerusakan karena faktor mekanis atau fisiologis;
6)      Bebas dari hama dan penyakit;
7)      Bebas dari aroma dan rasa asing;
8)      Penampilan segar sesuai dengan bentuk, warna dan rasa yang menjadi penciri varietas;
9)      Apabila terdapat tangkai buah tidak boleh lebih dari 5 cm.
b.      Proses Tahapan-tahapan Manajemen Mutu Buah Melon di OISCA Training Centre Karanganyar
Untuk mendapatkan produksi buah melon yang menguntungkan, OISCA Training Centre Karanganyar melakukan aktivitas manajemen mutu yang meliputi beberapa tahapan-tahapan yang ditunjukkan melalui bagan berikut ini :
1)      Meningkatkan Hasil dan Mutu Buah Melon
a)      Kesesuaian lingkungan budidaya
b)      Pemilihan varietas yang tepat.
c)      Pengolahan tanah
d)     Pemupukan
e)      Pengairan
f)       Perlindungan tanaman
g)      Perlakuan pra panen
2)      Menetapkan Mutu Buah Melon
a)      Penentuan waktu panen yang tepat
1.      Sifat varietas
2.      Hari tanam atau hari berbunga
3.      Faktor lingkungan selama musim tanam
4.      Ciri khusus. Terbentuknya lapisan absisic
b)      Cara dan alat panen yang benar
c)      Waktu panen yang tepat
d)     Penumpukan hasil panen
1.      Diberi alas
2.      Pada tempat terlindung dari panas
3.      Penumpukan tidak menyebabkan kerusakan fisik
3)      Mempertahankan Mutu Buah Melon
Dalam rangka mempertahankan dan memperpanjang mutu buah melon yang segar setelah panen dari buah yang bermutu, OISCA Training Centre Karanganyar melakukan penanganan pasca panen yang benar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai jual, sehingga pendapatan meningkat dan memuaskan konsumen. Apabila tidak dilakukan penanganan pasca panen yang tepat maka mutu buah melon akan turun, dan sebagian buah menjadi tidak dapat dipasarkan.















II.    KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan magang yang telah dilakukan di OISCA Training Centre Karanganyar, penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1.      OISCA merupakan singkatan dari Organisation for Industrial Spiritual and Cultural Advancement yaitu suatu organisasi swasta nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan atau membangun semangat dan kesadaran berkarya serta budaya yang lingkup kerjasamanya bertaraf Internasional.
2.      Manajemen benih yang diterapkan di OSICA adalah setiap 1000 m2 menggunakan 800-900 benih yang sudah di semai dengan kondisi yang sehat.
3.      Cara menyemai bibit yang dilakukan OISCA Training Centre Karanganyar adalah menggunakan 3 cara yaitu cara langsung, cara dikecambahkan, dan cara menyemai di kotak semai.
4.      Melon yang sudah dipanen memiliki harga Rp 10.000,00/ Kg untuk grade A,harga Rp 5.000,00/ Kg untuk grade B, dan Rp 2.500,00/Kg untuk grade C.
5.      Hasil produksi melon untuk grade A mencapai 1974 kg, grade B mencapai 1410 kg, dan grade C mencapai 384 kg serta jumlah produksi seluruhnya mencapai 3768 kg.
6.      Pada budidaya melon di OISCA Training Centre dengan biaya usaha sebesar Rp 3.502.840,00. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 24.247.160,00 yaitu pada lahan seluas 1000 m2, sekali produksi.
7.       Pada budidaya tanaman melon di lahan OISCA Training Centre dalam sekali produksi R/C rationya yaitu sebesar 8 jadi dapat disimpulkan bahwa usahatani tanaman melon sudah efisien.
8.      BEP nilai dalam rupiah sejumlah Rp 1.086.956,52.
9.      Text Box: 26Adapun standar mutu minimum buah melon yang diterapkan oleh OISCA Training Centre Karanganyar, meliputi :
a.       Utuh;
b.      Padat (firm);
c.       Layak dikonsumsi;
d.      Bersih, bebas dari benda-benda asing yang tampak;
e.       Bebas dari kerusakan karena faktor mekanis atau fisiologis;
f.       Bebas dari hama dan penyakit;
g.      Bebas dari aroma dan rasa asing;
h.      Penampilan segar sesuai dengan bentuk, warna dan rasa yang menjadi penciri varietas;
i.        Apabila terdapat tangkai buah tidak boleh lebih dari 5 cm.
B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, maka saran yang dapat disampaikan yaitu :
1.      Perlu adanya inovasi yang lebih banyak lagi untuk dapat memberikan pengetahuan bagi petani agar bisa bersaing dengan dunia global yang sekarang berkembang pesat.
2.      Meminimalisir penggunaan produk-produk kimiawi dalam berbudidaya dan memaksimalkan penggunaan produk-produk berbahan organic.
3.      Sebaiknya dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) lebih dioptimalkan kembali, karena selama ini faktor utama penyebab menurunnya mutu buah melon disebabkan oleh serangan hama dan penyakit.
4.      Sebaiknya dilakukan proses pengepakan (packing) terhadap produk buah melon agar mampu menambah nilai jual dari produk buah melon tersebut serta dapat melindungi buah melon dari pengaruh luar.
5.      Perlu adanya perluasan pasar bagi produk melon terutama di pasar-pasar modern dan pasar lokal sehingga omzet semakin meningkat dan meningkatkan keuntungan usahatani.




DAFTAR PUSTAKA
Downey dan Erickson. 1992. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta.
Hadisapoetra, S. 1983. Biaya dan Pendapatan di Dalam Usahatani. Departemen Ekonomi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Indrajit, E. R dan Djokopranoto. R. 2003. Manajemen Persediaan. Jakarta: Grasindo.
Mockler (1972) dalam Gutom, R A. 2011. Korelasi Antara Quality Control, Produktivitas Pekerja, Dan Keselamatan Kerja Dalam Sebuah Proyek Konstruksi. e-journal.uajy.ac.id. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Tjahjadi, Nur. 1989. Bertanam Melon. Kanisius.Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment

HBZTO's Blog